Alhamdulillah, sebulan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1430 H, Hilal penanda masukkan bulan Sya’ban berhasil dilihat. Hilal tgl 29 Sya’ban gagal dilihat karena masih di bawah limit Danjon. Meski secara Imkan, sudah bisa, dan inilah koreksi atas sistem Imkan Rukyah…Sistem yg belum pernah teruji kebenarannya…
Hilal Sya’ban 1430 H bisa dirukyah/observasi pada dua kali, yakni saat tgl 29 dan 30. Pada tgl 29 Rojab 1430 H, ketinggian hilal awal Sya’ban 1430 H masih sekitar 3° dari wilayah Indonesia; sementara pada tgl 30 Rojab 1430 H, ketinggian Hilal awal Sya’ban 1430 H sudah di atas 15° saat sunset.
Kamis, 23 Juli 2009/30 Rojab 1430 H:
Berikut laporan pengamatan observasi hilaal Sya’ban pada Kamis 23 Juli 2009 :
1. Lokasi pengamatan :
- Bendo-Ketitang-Juwiring-Klaten Indonesia
Lattitude : 7° 41′ 39.17″ S
Longitude : 110° 44′ 20.64″ E
Time Zone : GMT+7
Elevation : 98 m
4. Sunset : 17:35 LT
5. Moonset : 18:52 LT
6. Moon alt @ Sunset : 16° 30′
2. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan :
- sedikit berawan di bagian bawah.
3. Alat yang digunakan :
- naked eye
- binokuler TASCO 7 x 35 mm FOV 3,5°
- DSLR Canon EOS Kiss
4. Sunset :
- sunset tidak teramati pada saat pengamatan, karena di balik Merapi
5. Hilaal :
- terlihat putih tipis, lima menit setelah sunset dgn Binokuler. Lalu saat adzan maghrib, semakin nampak jelas cukup dengan mata.
6. Orientasi Hilaal :
- sekitar 4 – 7
7. Warna Hilaal :
- putih tipis lalu membesar dan menguning
8. Referensi waktu :
- Nokia 9300i setelah kalibrasi 103
Berikut Hilal Sya’ban 1430 H …
Hilal Sya’ban 1430 H
Hilal Sya’ban 1430 H
New Crescent of Shaban 1430 AH







alhamdulillah kliatan,anak2 casa pasti senang ya:)