Profil CASA

ASTRODAY AMID COVID-19

Astroday 2020 CASA

ASTRONOMY DAY 2020 kali ini beda, meski tetap sama di hari Sabtu, dan tanggal 02 Mei 2020. Beda krn bersamaan pandemi di seluruh dunia adanya virus corona. Akhirnya agenda dilakukan secara daring via platform umeetme.id. Dan alhamdulillaah semua berjalan lancar.

LAPORAN RUKYAT HILAL RAMADHAN 1441 H

Observasi Hilal Ramadhan 1441 H dilaksanakan di Observatorium Assalaam pada Kamis 23 April 2020 bertepatan tgl 29 Syaban 1441 H. Rukyat kali ini tertutup untuk umum dan terikat protokoler medis krn Pandemi Covid-19.

Rukyat Hilal hanya diikuti Tim Internal Assalaam Observatory, dimulai pkl 17:00 WIB. Semua instrumen optik disiapkan dan live streaming via youtube di channel PPMI Assalaam.

Kegiatan dipandu oleh Kepala Pusat Astronomi Assalaam, ust AR Sugeng Riyadi dibantu Tim CASA, ust Purnomo, ust Taufiq, ustadzah Aline dan ustadzah Ratna. Hadir juga Syaikh Asyraf dan Syaikh Hilal, guru Mesir di Assalaam.

Rukyat Hilal Ramadha 1441 H kali ini juga digelar Tim CASA dan Eksponen CASA di lokasi masing-masing:

Data Lokasi Rukyat Hilal Ramadhan 1441 H / 23 dan 24 April 2020
CASA dan Eksponen CASA
=======
1. Assalaam Observatory, Sukoharjo Jawa Tengah, Indonesia.
(AR Sugeng Riyadi, Purnomo, Taufiq Hidayat, Nanang Zaenuddin, Sirikit EU, Tri Ratna, Mila Rosyta, and Team), Hilal tidak terlihat karena langit barat berawan tebal.

2. Tegalwero, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. (Amandaru), Hilal tidak terlihat meski langit lumayan cerah, krn tinggi hilal masih di bawah 5°.

3. Cilacap, Tanjungsari, Gunungsimping, Kec. Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah , Indonesia (Naf’an A. Ramadhan ), Hilal tidak terlihat krn berawan.

4. Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia ( Rahediestu Muhammad Arkan), Hilal tidak terlihat krn mendung.

5. Innopolis, Kazan, Tatarstan, Rusia
(Utih Amartiwi), hilalnya ketutup awan tebal di ufuk.

6. District 8, Nasr City, Cairo, Egpyt (Amdi, Hibah, Dhia), hilal terlalu rendah untuk dilihat mata 😅.

Berdasar pada Sidang Itsbat Pemerintah RI, diputuskan bahwa tgl 1 Ramadhan 1441 H akan jatuh pada Jumu’ah, 24 April 2020.

Marhaban Ya Ramadhan…

Gerhana Bulan Sebagian di Bulan Dzulqo’dah 1438 H

rsz_1umi_numpang.jpg

Pada Bulan Dzulqo’dah 1438 ini (7-8 Agustus 2017), Alhamdulillah kita dapat melihat Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Yang di laksanakan di obeservatorium CASA dini hari dengan keadaan langit mendung. Walau mendung, kita bersama Pak AR Sugeng Riyadi dan para krunya tetap semangat untuk mengamati Gerhana Bulan Sebagian

Startrail

zain fixx.jpg

Pada hari Sabtu, 04 Maret 2017 Alhamdulillah Casawati melakukan pengamatan bintang di langit bagian selatan dari markas CASA Observatory. Dengan keadaan cuaca yang mendukung untuk melakukan pengamatan, akhirnya kita menghasilkan karya yaitu Startrail.

Rukyat Hilal Ramadhan 1441

Ustadz AR Sugeng Riyadi, Kepala Pusat Astronomi Assalaam sedang memantu ufuk barat dengan Teleskop.

Rukyat Hilal Ramadhan 1441 H dilakukan secara protokol medis, peserta terbatas dan dengan aturan ketat demi menjaga agar tidak teejadi penyebaran Vovid-19 selama masa pandemi ini. Acara digelar pada Kamis, 23 April 2020 di Observatorium Assalaam.

Lokasi:
Observatorium Assalaam, komplek Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam
Pabelan Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah.

Waktu:
Kamis, 23 April 2020 (29 Syaban 1441 H)

Data Hisab pada 23/04/2020 di Observatorium Assalaam (-7,5533773, 110,7711942):

Sunset = 17:32 WIB, z=282.75°.
Moonset = 17:49 WIB, z= 280.31°.
Tinggi Hilal = 4.25°, z=280.84°.

Observatorium Assalaam menyiapkan 1 Teleskop GoTo untuk Live Streaming, 1 Teleskop Digital, 5 Teleskop manual, 1 Theodolite Digital serta beberapa Binocular.

Melihat data hisab, di mana tinggi hilal hanya kisaran 4 hingga 5 derajat, dan elongasi 5.5°, meski langit cerah, peluang terlihatnya hilal adalah sangat kecil. Rekor dunia, hilal terlihat pada elongasi minimal 6.4°.

Rukyat/Observasi/Pengamatan Hilal penentu masuknya bulan suci Ramadhan 1441 H secara syar’i dilakukan ummat Islam serentak di seluruh dunia.

Di Indonesia, Bimas Islam Kemenag RI menerjukan perukyat di 82 lokasi pengamatan di seluruh Indonesia. BMKG menugaskan Timnya di 20 lokasi. Observatorium Assalaam mengerahkan seluruh anggota CASA dan Alumni CASA yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa di luar Indonesia.

Di Observatorium Assalaam, kegiatan Rukyat Hilal dilakukan dengan standar protokol medis. Peserta rukyat yg biasanya mengikuti langsung di Anjungan Astronomi CASA, untuk tahun ini cukup mengikuti melalui Live Streaming Youtube via channel PPMI Assalaam.

Seluruh hasil rukyat akan dilaporkan kepada Tim Falakiyah Kemenag RI di Jakarta sebagai masukan pada Sidang Itsbat Pemerintah yg digelar pada Kamis petang di Jakarta.

Selain dilaporkan kepada Pemerintah RI, hasil kegiatan rukyat CASA dilaporkan ke markas Perukyat Hilal Internasional, ICOP yang bermarkas di Amman Yordania dan MCW Global yang bermarkas di USA.

“Bersama CASA, Mengintip Geebang Semesta”

TESTIMONI UAS

UAS dan UAR

TESTIMONI UAS


Bismillaahirrahmanirrahiim

As-Salaam tidak hanya mendidikan santri membaca ayat-ayat yang tersurat, tetapi juga membaca ayat-ayat kauniyah yang tersirat.

Puncak keilmuan adalah santri dapat berbahasa: “Rabbana ma khalaqta hadza batila”

Jumu’ah, 13 Maret 2020
ttd
Abdul Shomad Batubara

“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”

Observasi GMS 26 Des 2019 di Solo

Hasil Jepretan via Gadget plus Vixen ED

Pengamatan dan Shalat Gerhana Matahari Sebagian pada Kamis, 29 Rabi’ul Akhir 1441 H atau bertepatan tgl 26 Desember 2019 M, alhamdulillah sukses dilaksanakan di komplek Observatorium Assalaam.

Gerhana Matahari ini sejatinya adalah Gerhana Matahari Cincin, namun hanya dapat diamati dari wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Sebagian Kalimantan Utara dan Sebagian Kalimantan Timur.

Kita yang tinggal di pulau Jawa, gerhana akan nampak sebagai Gerhana Matahari Sebagian (Parsial).

Gerhana sesuai hisab, hasil rukyah juga membuktikan dimulai sekitar pukul 10:57 WIB, dimana permukaan Matahari mulai tertutup Bulan (di sisi barat agak utara) dan berakhir pukul 14:30 WIB.

Gerhana Matahari Sebagian (fase puncak) terjadi pukul 12:49 WIB, permukaan Matahari tertutup Bulan paling maksimal. Matahari benar2 nampak seperti Sabit Tebal (di sisi selatan agak timur). Hanya akan nampak bila dibantu filter matahari. Bila dengan mata langsung, nampak Matahari masih seperti biasa meski suasana alam sekitar nampak agak redup. Alhamdulillah tidak hujan n lumayan.cerah.

Liputan PanjimasTV:
https://youtu.be/1Actx1mzhn8

RadarSoloTV:
https://youtu.be/jtYsfL7uUUw

Liputan TribunTV:
https://youtu.be/eppMyoTNMZQ

Liputan6:
https://m.liputan6.com/regional/read/4142481/keseruan-nobar-gerhana-matahari-cincin-di-observatorium-assalaam-sukoharjo

Liputan VivaNews:
https://www.vivanews.com/berita/nasional/26592-pesantren-ini-ajak-warga-ramai-ramai-nonton-gerhana-matahari

“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”