Tafawut Qiblat masjid Assalaam

tafawuth_qibla_assalaam_pakarfisika.jpg

Terkait penelitian CASA sejak 28 Mei 2007, juga menggunakan perhitungan ternyata kiblat Masjid Assalaam kurang ke arah utara sekitar 10°-15°.

Kiblat Assalaam adalah 65°27’ dari arah Utara sejati – versi Mawaqit. Ini artinya sama dengan 24°33′ dari arah Barat. Sementara Kiblat yang kini ada sekitar 10° dari arah Barat, maka kekurangannya sekitar 14°33′. Sekali lagi ini versi Mawaqit.

Versi Accurate Times ternyata tidak jauh beda yakni sekitar 294,6° (azimut) dari utara-timur-selatan-barat. Artinya sekitar 24,6°. Jadi kalau 24,6° – 10° = 14,6°.

Dewan Kyai telah menjawab keabsahan ibadah di masjid Assalaam yang tetap mempertahankan (sementara ini) arah kiblat sesuai bangunan fisik. Sebab arah kiblat beragam tafsirnya oleh banyak ahli hadits dan mufassir.

Di bawah ini, CASA sekedar memberikan data baru sehubungan masuknya pertanyaan seorang wali santri tentang berapa jauh kesalahan yang terjadi antara Mekkah (Ka’bah) ke kota atau wilayah yang menjadi arah masjid Assalaam selama ini.

Data yang dihasilkan oleh perhitungan CASA, bahwa jarak antara Ka’bah ke Titik kiblat Assalaam adalah: Sejauh 1.554.49 kilometer.

Kota atau daerah ini bernama Adis Ababa wilayah Ethiopia (Benua Afrika). Lebih detail, lihat gambar di atas.

dari RukyatulHilalIndonesia, …

Permasalahan Penentuan Arah Kiblat

Terdapat beberapa faktor penyebab sehingga arah kiblat dianggap tidak penting. Selain itu sering terjadinya konflik berkaitan isu pengukuran arah kiblat yang benar. Diantara penyebab itu misalnya:

1. Mengambil sikap acuh

Terdapat sebahagian umat Islam yang mengambil sikap acuh dan menganggap kelonggaran yang diberikan oleh syarak yang membenarkan cukup menggunakan kaedah qiblat secara dzani saja. Masalah ini berkenaan dengan Al-Quran ayat 144 yang artinya :

“Maka kami benarkan engkau berpaling mengadap kiblat yang engkau sukai. Oleh itu palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan dimana sahaja kamu berada hadapkanlah mukamu ke arahnya”.

Perlu diketahui bahwa akibat yang akan terjadi karena serongnya arah kiblat terhadap ka’bah yang hanya seluas 12 x 10.5 x 15 meter serta jarak yang jauh dari Indonesaia sekitar 8000 km, maka selisih 1° akan menyebabkan pergeseran sebesar 126 kilometer di Utara atau Selatan Mekkah.

2. Kurangnya Pengetahuan Masyarakat

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kaidah penentuan arah kiblat baik secara tradisional maupun modern menyebabkan banyak sekali terdapat kekeliruan terhadap kenyataan arah kiblat yang ada di masyarakat. Kebanyakkan umat Islam sekarang lebih cenderung menggunakan kiblat masjid mengikut tradisi lama yaitu dari generasi ke generasi dan tidak pernah dikur ulang ketepatannya. Begitu juga dalam menentukan arah kiblat di pemakaman, bahkan hanya ditentukan oleh penggali kubur, padahal mereka juga tidak begitu mahir dalam menentukan arah yang tepat ke kiblat.

3. Ketiadaan peralatan modern untuk membuat pengukuran

Sewajarnya umat Islam perlu memiliki alat sekurang-kurangnya kompas untuk menetukan arah kiblat. Selain itu juga amat perlu untuk mempunyai kesadaran tentang pentingnya ilmu falak bagi menghindari kesalahan dalam menentukan ketepatan arah kiblat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pembentukan organisasi atau badan-badan yang bertanggungjawab seperti Badan Hisab Rukyat dan juga lembaga-lembaga Falak yang dimiliki organisai-organisasi Islam di Indonesai merupakan bagian yang dipertangungjawabkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan arah kiblat. Semoga dengan tindakan yang kita lakukan akan memberi keyakinan terhadap ibadah yang kita lakukan dan mendapat keridhaan Ilahi.

Akhirnya, semoga risalah kecil ini akan mampu memberi kefahaman kepada kita tentang pentingnya ketepatan dalam menentukan arah kiblat yang menjamin sahnya ibadah kita. Kesadaran kita adalah amat penting dan rasa bertanggungjawab untuk memastikan bahwa amalan yang dilakukan berada dalam keadaan yakin dan seandainya masih ada keraguan-keraguan tidak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada lembaga-lembaga falak yang ada. [Kontribusi dari : Bahagian Falak Syarie Jabatan Mufti Negeri Selangor]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: