CASA Pi juga Belajar Teleskop

Setelah libur beberapa saat selama ujian mid semester, akhirnya Ahad jam 21.00 WIB (bhs umum-malam Ahad), anak2 CASA | Club Astronomi Santri Assalaam putri, kembali mulai aktivitasnya. Diantara aktifitas rutin adalah kajian CASA Putri setiap Ahad malam (harinya Ahad menurut kalender Islam, waktunya malam). Kajian kali ini menfokuskan pada pengenalan teleksop Meade LX 50.

Hari itu, sebagaimana mestinya para santri sedang disibukkan dengan kegiatan rutin berupa tazwidul mufrodat di kelas selepas sholat Isyaa. Usai pemberian kosa kata bahasa Arab danInggris, bagi anak2 anggota CASA sekitar jam 21.00 WIB acara dilanjut dengan belajar astronomi. Materi kali ini adalah tentang alat optik, khususnya teleskop. Teleskop yang dipelajar saat ini adalah teleskop jenis LX50 buatan Meade.

Bertempat di Lab MIPAstro PPMI Assalaam, sekitar 20 santriwati yang masih aktif dan tidak berhalangan, mengikuti pengenalan teleskop yang diberikan oleh pengasuh CASA ustadz AR. Pengenalan dimulai dari melihat postur teleskop. Begitu selubung teleskop dibuka, seluruh anak yang hadir serentak beruara ‘…Wouw, kereeen…’. Sepertinya baru kali ini melihat teleskop agak gede.

Pembelajaran malam ini hanya pada cara menggunakan teleskop. Dimulai dari menggerakkan dan mengarahkan teleskop jenis pemantul (reflator) ini ke objek yang dituju. Ada dua gerakan, manual pakai bantuan tangan dan automatic setelah setting disesuaikan lokasi pengamatan.

Dalam penyampaian materi berupa cara mengoperasikan teleskop, para santri langsung diminta memperagakan dan mempraktekkan baik dengant teleskop jenis pembias/refraktor maupun teleskop jenis pemantul/reflaktor yang bentuknya lebih besar namun lebih pendek. Walaupun cuaca masih mendung dan belum secerah yang diharapkan, tetapi teknikmengoperasikan setidaknya sudah didapatr. Sebab salah pegang bisa berkibat fatal, karena alat optik ini tidak ada yang jual di Indonesia yang sangat luas dan kaya alam ini…

Belajar Teleskop bersama CASA oleh PakARFisika

Ternyata CASA Putri memiliki semangat dalam mendalami ilmu astronomi khususnya falak dan lebih khusus falak syar’i cukup besar, terlihatdari peserta yang sampai larut sekitar jam 22.30 WIB mereka tidakberanjak dan tidak mengantuk, padahal ketika mengikuti KBM fromal yakni belajar di kelas tidak jarang bahkan sangat sering santri tertidur dan sengaja tidur di saat jam masih pagi.

Awas…sholat Shubuh jangan telat lhooo..!

Melihat kondisi seperti ini, TIK sebagai karya ummat manusia mutaakhir memang sangat diperlukan kehadirannya. Dengan hadir TIK dalam membantu penyampaian materi pelajarean, proses KBM serasa akan lebih menyenangkan dan tidakmembuat bosan para santri/siswa: terlepas dari dampak negatif yg mungkin ditimbulkan dari hadirnya TIK khususnya di Pesantren. Dalam TIK ada surga, dalam TIK juga ada neraka, siapa yang mau pilih surga, ya silahkan ambil…neraka semaksimal mungkin dihindarkan dan dijauhkan… Kata orang ‘jangan main api..!

3 Tanggapan

  1. Tadz Kapan ni Casa mau rukyatul hilal ke luar pondok?
    Oya Tadz, Do not forget to add my blog in blogcasa,key!

  2. MInta info dimana di SUrabaya yang jual teleskop?
    Saya ingin belajar juga.

  3. Bisa belajar cara-cara pembuatan teleskop, bahan-bahan bayak didapatkan di Indonesia. Bisa lihat di Amateur Telescope Making, Setellafane dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: