Tanya-Jawab: Arah Kiblat

Ustadz Menjawab

bersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan

Semoga Ustadz senantiasa diberikan petunjuk jalanyanglurus oleh Allah SWT.

Mohon penjelasan mengenai hukum sholat mengahadap qiblat yang salah.

1. Sebagai pengurus DKM bagaimanakah hukumnya apabila mengetahui arah qiblat masjid-nya melenceng jauh (15 derajat) tapi dibiarkan saja.

2. Bagaimana sikap kita pada saat berjamaah pada masjid di atas, apakah tetap mengikuti shaf masjid tersebut atau mengikut keyakinan kita (yg pada saat sholat kebetulan membawa sajadah yang ada kompasnya)

Jazakallah khoiron katsiro

Tri Heru Sulistianto
heroe2810@yahoo.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kami menyarankan agar masalah kiblat ini jangan dibiarkan atau didiamkan saja.Sebagai DKM, tugas utamanya tentu saja agar kenyamanan ibadah berjalan dengan baik. Namun kalau urusannya arah kiblat, ini sudah bukan urusan nyaman atau tidak nyaman, tapi urusan sah atau tidak sah. Jadi harus sangat diprioritaskan.

Segera saja panggil petugas yang ahli di bidang pengukuran arah kiblat dan lakukan pembenaran arah itu secepatnya. Tentu dengan bermusyawarah dengan semua pihak yang terkait.

Kalau anda bukan bagian dari DKM, tetap saja tidak ada salahnya bila anda sampaikan masalah ini kepada pengurus masjid secara baik-baik. Agar jangan sampai kesalahan yang ada terus menerus terjadi.

Namun saran kami, masalah seperti ini agak sedikit peka. Anda harus sangat ekstra hati-hati ketika menyampaikan hal ini kepada pengurus masjid. Mungkin tidak ada salahnya anda undang ahlinya dalam masalah ini. Sebab nantinya semua akan dibuktikan lewat pengukuran secara ilmiyah.

Beberapa masjid di Jakarta yang kami tahu telah mengubah arah kiblatnya menjadi benar, karena mereka tahu bahwa ternyata arahnya salah. Kalau tidak mampu mengubah bangunannya, setidaknya sajadah atau karpetnya yang diarahkan sesuai dengan arah kiblat yang benar.

Ukur Sendiri Pakai Google Earth

Kalau mau jadi ‘tukang ukur gadungan’, bisa saja anda manfaatkan internet. Yah, minimal sekedar untuk panduan awal saja. Tentu tetap harus diukur oleh orang yang profesional.

Caranya begini: anda gunakan google earth. Kalau belum ada, silahkan download saja dulu di erath.google.com. Tenang saja, google earth itu gratis.

Pertama yang harus anda lakukan adalah mencari masjid anda dari atas ‘langit’, tentu cari dulu kota di mana anda tinggal. Dalam hal ini anda dituntut harus ‘melek’ peta kota anda.

Setelah ketemu, yang perlu anda lakukan adalah menancapkan penanda di masjid itu. Nama tombolnya Add PlaceMark. Jangan lupa beri namamasjid itu, misalnya ‘masjidku’. Maka nanti akan tercatat di sebelah kiri halaman.

Langkah selanjutnya, anda cari kota Makkah. Kali ini lebih mudah, karena di menu sebelah kiri bagian atas sudah ada form untuk melakukan pencarian. Tuliskan kata ‘Makkah’ dan klik. Maka software itu akanmemutar bola bumi langsung ke arah kota Makkah di Saudi Arabia. Carilah masjid Al-Haram dari ‘langit’. Mudah saja kok, karena gedungnya cukup besar dan menarik perhatian.

Sekali lagi tandai masjid itu dengan Add ReplaceMark dan namai masjid Al-Haram. Nama itu seharusnya muncul di menu sebelah kiri di bawah menu ‘masjidku’ yang sudah anda buat tadi.

Sekarang carilah menu ‘ruler’ di bagian atas halaman, anda bisa pilih skala besarannya dengan kilometer. Klik menu itu lalu geser mouse tepat di atas masjid Al-Haram, klik dua kali di situ sehingga meninggalkan sebuah titik berwarna hijau. Geser mouse ke menu sebelah kiri dan klik dua kali ke menu masjidku. Maka software itu akan kembali membalik bumi ke arahmasjid anda dengan membawa juga garis lurus berwarna kuning.

Terakhir, klik dua kali tepat di atasmasjidku dan saat itu juga anda bisa lihat apakahmasjid itu menghadap lurus ke Ka’bah atau tidak. Bahkan anda juga bisa tahu berapa jarak tepatnya antara masjid itu dengan masjid Al-Haram. Bahkan dalam ukuran meter dan centimeter.

Ini adalah contoh hasil pengukuran arah dan jarak dari masjid di depan rumah kami ke masjid Al-Haram di Makkah. Garis kuning itu menunjukkan arah masjid sudah benar dan ternyata jaraknya 7.912, 49 km sampai tepat di atas kubahnya.

Tertarik? Mengapa tidak dicoba sekarang?

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Link Sumber: Era Muslim dot Com

6 Tanggapan

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/tanya_jawab_arah_kiblat

  2. Salam kenal..
    Trims artikel ttg google earth bisa dipakai utk menentukan arah kiblat kita. Ini sangat penting, menarik,dan bermanfaat. Akan saya coba utk mengecek kiblat masjid tempat saya. jazakallah.

  3. Maaf, laman untuk download Google Earth ialah ‘earth.google.com’ bukannya ‘erath.google.com’. Tapi cara itu sangat bagus. Masya allah!

  4. salam semoga bermanfaat

  5. Bagaimana saya hendak tahu arah kiblat dirumah saya .
    buat pengetahuan
    rumah saya teres 2 tingkat ?

    coba lihat pakai http://qiblalocator.com, salam

  6. Sebenarnya hal termudah yang kita lakukan agar Shalat kita syah walau tidak menghadap Ka’bah adalah meminta pada Allah SWT agar menghadap Ka’bah bukan jadi syarat syah Shalat, tetapi sekedar anjuran. Ada yang mau? (mereka bukan umat Rasul).

    Setiap agama punya Kiblat seperti dalam ayat Al Baqarah 145. Kalau tidak menghadap Ka’bah, bisa jadi dia berkiblat ke kiblat yahudi atau nasrani.

    Kalau menghadap hadap bukan kewajiban, untuk apa Nabi meminta berulang ulang agar Kiblat dipindahkan? Mengapa saat Shalat, Nabi merubah arah Kiblat ke Ka’bah. Mengapa sahabat yang sedang Shalat harus merubah arah ke Ka’bah. Mengapa tidak menunggu pada shalat selanjutnya.

    Hanya manusia primitif yang menganggap menghadap Ka’bah adalah sebuah kesusahan karena kita bisa menggunakan teknologi, google, kompas atau cara manual Rashdul qiblah yang jatuh tanggal 28 Mei ini. Info selanjutnya bisa diunduh di http://www.maptude.com/KiblatPrint.ppt banyak hikmah saat menghadap Ka’bah, termasuk berhubungan dengan Baitul Makmur di Surga.

    Lebih baik takut Shalat tidak syah, lalu berusaha memperbaikinya dari pada menganggap syah, padahal tidak memenuhi syarat uzur, yaitu Tuna Netra, perang, perjalanan dan tidak tahu arah karena tidak punya uang 5000 rupiah agar orang warnet membantu mencarikan arah Kiblat tempatnya, menggunakan peta Google, seperti http://www.maptude.com/qibla atau banyak aplikasi lain.

    http://www.bacapahamquran.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: