Hilal Muda Rojab 1429

Hilal 2 Rojab 1429 H

Hilal 2 Rojab 1429 H

Bula sabit terkecil bulan Rojab tahun 1429 H, pada tanggal 3 Juli 2008 di seluruh wilayah Indonesia sulit dan bahkan mustahil bisa terlihat dengan mata telanjang, karena altitude kurang dari 6°. Hari pertama konjungsi, yakni Kamis, 3 Juli 2008. Tidak ada hilal dilaporkan terlihat di Indonesia (di bawah limit Danjon/mustahil terlihat)

maka 1 Rojab 1429 H, jatuh pada, hari:

Jumat, 4 Juli 2008 –> Hisab Wujudul Hilal Muhammadiyah

Jumat, 4 Juli 2008 –> Hisab Imkanurrukyat MABIMS (Pemerintah)

Sabtu, 5 Juli 2008 –> Rukyatul Hilal Nahdlatul Ulama (istikmal)

Laporan hilal Rojab 1429 H dari ICOP selengkapnya

Pada hari kedua ijtimak/konjungsi, yakni hari Jum’at 4 Juli 2008, CASA menerjunkan Timnya di seluruh wilayah/perwakilan CASA yang memungkinkan melakukan rukyah, yakni:

1. Bara Ekiyama di Kota Denpasar Bali = (SEEN)

Saya melakukan rukyah di Garuda Wisnu Kencana, sembarai melihat sunset. Hilal kelihatan sampai jam 19 waktu Bali atau WITA, maaf kamera nggak mampu menangkap hilal

2. Aisyah : desa Mojosulur, kec. Mojosari, kab. Mojokerto, Jawa Timur = (SEEN)

Subhanallah, bagus n jelas, ustadz. Maaf belum bisa mengabadikan, kamera di rumah. Hilal mulai tampak dari jam 17:48, langit cerah, dengan mata telanjang alias tanpa alat bantu

3. Ahmad Falah ; desa Margoyoso, kec. Kalinyamatan, kab. Jepara, Jawa Tengah = (SEEN)

Saya melihat Hilalnya, tetapi nggakbisa ngambil, karena kamera HP nggak jelas

4. Maulana Miftahul Khoiri : Kota Palangkaraya – Kalimantan Tengah = (SEEN)

Ustadz, hilal mudanya keliatan. Awalnya saya pesimis karena di sini sorenya hujan. Tetapi ba’da maghrib saya lihat lagi, eh ternyata ada!, walaupun cuma bertahan 12 menit. Pokonya beatiful, Tadz. Apalagi sebelumnya diawali dengan Pelangi yang nggak kalah bagusnya.

5. Cindy : desa Ngronggah, kec. Kunduran, kab. Blora – Jawa Tengah = (SEEN)
Maaf ustadz, saya sedang dalam perjalanan ke Semarang. Saya (di Simpang Lima Semarang) baru bisa lihat jam 17:58 WIB dengan mata tetapi saya tidak bisa mengabadikannya.

6. Faliziah : desa Wakah, kec. Ngrambe, kab. Ngawi-Jawa Timur = (SEEN)

Tadz hilalnya keliatan jelas banget, lagi cerah, tadz...Mulai terlihat dari jam 17:42 WIB tanpa alat bantu alias naked-eye.”

Demikian enam perwakilan CASA yang sempat melakukan observasi hilal muda, bulan sabit penentu awal bulan Rojab 1429 H. Secara hisab, hilal yang meraka abadikan/lihat adalah hilal hari kedua konungsi Bulan-Matahari.

Disamping laporan dari masing-masing aktifis CASA, pengasuh CASA juga melakukan kegiatan serupa bersama jama’ah pengajian/takmir Masjid As-Syifaa, dusun Bendo desa Ketitang, kec. Juwiring Klaten Jawa Tengah – Indonesia. Lokasi pengamatan di koordinat:

Lintang Selatang: 7° 41′ 39.17″ S,

Bujur Timur : 110° 44′ 20.64″ E,

Zona Waktu : GMT+7,

elevasi : 98 m di atas permukaan laut.

Jumlah perukyah ada 7 orang termasuk pengasuh CASA. Waktu Observasi adalah hari Jum’at, 4 Juli 2008, mulai jam 17:15 WIB, alat bantu, sebuah :

Binokuler 7 x 35 mm

Jam di HP Nokia 9300i

Camera DSLR Canon EOS Kiss NSeries, dan

Tripod dari kayu.

Data Hilal pada hari Jum’at 4 juli 2008 berdasar SNPP 6:

Sunset @ 17:32 LT
Azimuth Sunset = 292°54′

Moon @ sunset =
altitude = 16°30′
azimuth = 295°20′

Moonset = 18:52 LT
azimuth = 291°20′

Moon @ 18:30 LT
altitude = 4°8′
azimuth = 292°11′

Hilal pertama teramati jam 17:32 LT tepat saat sunset oleh mata telanjang (naked eye) salah satu perukyah pada ketinggian 16°30′, persis di atas Gunung Merapi. Setelah beberapa kali mencoba mengambil gambar via kamera, selalu gagal karena tipisnya Hilal. Ada sih namun sangat sulit untuk disaksikan bersama. Akhirnya sekitar jam 17:38, enam menit setelah Sunset, foto Hilal ada peluang untuk dilihat bersama. Untuk memudahkan, ada lingkaran pemandu posisi Hilal Muda 2 Rojab 1429 H:

38 LT

Hilal 2 Rojab 1429 H, 17:38 LT

Hilal sementara tertutup awan hitam yang melintas. Sembari menunggu lewatnya sang awan, kita sholat maghrib berjama’ah di masjid. Kebetulan lokasi Masjid sangat dekat, karena kita Rukyah berada di belakang Maajid.

Usai sholat maghrib, kita mencoba mengabadikan Hilal Muda Rojab 1429 H ini, jam 18:06 WIB, dan berikut penampilannya…

Hilal muda Rojab 1429 H

Hilal muda Rojab 1429 H

Bagi yang ingin melihat lokasi pengamatan secara panorama, berikut gambarannya:

Panorama Hilal Muda 2 Rojab 1429

Panorama Hilal Muda 2 Rojab 1429

4 Tanggapan

  1. Ingin tanya, bagaimana menentukan letak koordinat kita berada? Harus menggunakan GPS?

  2. mas Arif, menentukan koordinat bisa dgn GPS, atau google Earth atau Wikimap, atau Encarta…

  3. ternyata tu hilal y?saya sempat lihat juga, baru pertama kali lihat hilal dengan mata kepala sendiri, tepatnya hari jum’at ba’da maghrib, pas lagi cari asya’, seperti garis melengkung tipis kira2 0.09 mili, kapan kira2 nya keluar lg bln dpn?saya ingin mengabadikannya…
    syukran….

  4. Alasannya kok sama, gak bawa kamera, aneh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: