Menentukan Arah Kiblat Musholla

Kompas arah Kiblat - CASA

Kompas arah Kiblat - CASA

Masalah kiblat tiada lain adalah masalah arah, yakni arah menuju ka`bah di Makah (21º 25′ LU dan 39º 50′ BT). Arah kiblat ini dapat ditentukan dari setiap titik atau tempat di permukaan bumi dengan melakukan melihat bayangan matahari maupun me-lakukan perhitungan dan pengukuran. Ada dua hari di tahun 2008 ini yakni 27 Mei dan 15 Juli, sebagai momen menentukan arah Kiblat dengan Mudah. Detail lihat Roshdul Qiblat di RHI.

Siang ini (16 Juli 2008), dimana nanti sore masih bisa memanfaatkan bayangan sang mentari untuk menentukan arah Kiblat, pengasuh dan pendiri CASA-ustadz AR Sugeng Riyadi- dihubungi ustadz Farhan. Beliau sebelumnya telah dihubungi seorang rekannya yang kebetulan akan segera membangun sebuah Musaholla. Musaholla ini akan digunakan kalau mungkin awal Ramadhan 1429 nanti. Nah, untuk membangun Musholla, maka penentuan arah Kiblat menjadi tidak sembarangan.

Ustadz Farhan  yang diminta memberikan jawaban langsung menghubungi Pengasuh CASA untuk membantu penentuan arah kiblat Musholla yang akan segera dibangun di lokasi Perumahan Quality Residence di desa Gagaksipat kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali Jawa Tengah koordinat 110.770690164314° BT dan 7.521637077414476° LS.

Sekitar jam 1 siang, denganmengendarai mobil pribadi ustadz Farhan, ditemani ustadz Lolon, pengasuh CASA menuju ke lokasi rencana pembangunan Musaholla, di Boyolali. setela setengah jam perjalanan, sampailah kita di lokasi perumahan Quality dan segera menuju area yang dituju.

Area berukuran 190 m2, rencana akan dibangun Musholla yang diperuntukkan bagi para penghuni perumahan dan warga sekitar. Begitu tiba di lokasi, disana sudah ada Pak Gimin yang bertanggungjawab pada pembangunan Musholla, dan Pak gimin langsung menunjukkan di mana arah kiblat harus ditentukan.

Akhirnya tanpa menunggu jam Istiwa A’dham hari ini, karena inti atau utama Istiwa A’dham adalah kemarin, maka langsung dilakukan saja pengukuran dan penentuan arah kiblat bagi calon Musholla. Penentuan arah Kiblat ditentukan dengan bantuan dua alat yakni Kompas Engineer dan Kompas arah kiblat CASA.

Setelah dilakukan penentuan, maka garis arah Kiblat telah ditemukan dan ditentukan, dan pak Gimin segera menandai dengan menacapkan dua paku sebagai patokan garisnya.

Selain penentuan arah Kiblat dengan Kompas ini, Pak Gimin dihimbau pengasuh CASA untuk mengecek dan mengoreksinya dengan metode bayangan matahari nanti sore sekitar jam 16:28 menit WIB. Akhirnya, setelah lewat jamnya, ternyata arah Kiblat yang ditentukan tadi siang, adalah sudah presisi.

Menentukan Arah Kiblat Musholla

Menentukan Arah Kiblat (Pak gimin, ust. AR, ust. Lolon)

Dalam perjalanan pulang, terbertik, nama Mushollah nantinya. Ustadz Farhan juga belum punya pandangan. Ustadz Lolon Sumarlan juga belum tahu, dan CASA mengusulkan agar diberi nama saja Musholla Al-Falak. Ya, nama ini sangat jarang bahkan mungkin belum ada nama Musholla Al-Falak. Beliau berdua setuju sembari saling tertawa…kok bisa yaa…:)

Arah Kiblat Musholla (Pak Gimin, ust. AR, ust. Farhan)

Arah Kiblat Musholla (Pak Gimin, ust. AR, ust. Farhan)

Ceritanya, disanalah kelak ustadz Farhan, ustadz Lolon akan menetap, karena beliau diantara Pengasuh PPMI Assalaam yang sudah mempunyai rumah di areal Quality Regency itu, disamping ustadzah Yanik dan juga ustadzah Rimayanti.

Mengapa Penentuan arah kiblat…

Penentuan arah kiblat itu sangat diperlukan dalam kaitannya dengan pembangunan masjid ataupun mushalla bila dikehendaki masjid atau mushalla ybs langsung mengarah kiblat. Demikian pula diperlukan ketika membuat garis-garis shaf di masjid atau mushalla yang sudah ada, atau bahkan untuk manata alas shalat (sajadah) di rumah kita masing-masing. Demikian itu agar semua gerakan orang yang sedang melakukan shalat, baik ketika berdiri, ruku’, maupun sujudnya selalu berimpit dengan arah yang menuju ka’bah, sehingga syarat menghadap kiblat benar-benar terpenuhi dan dapat menambah kekhusyu’an.

Arah kiblat itu dapat diketahui dengan melihat bayangan matahari pada setiap tanggal 28 Mei jam 16:17:56 WIB dan setiap tanggal 16 Juli jam 16:26:43 WIB. Pada setiap tanggal dan waktu tsb semua benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi menunjukkan arah kiblat, karena ia berimpit dengan arah menuju ka’bah sebab matahari tepat di atas ka’bah. Oleh karenanya, pada waktu-waktu itu sangat baik untuk menentukan atau mengecek arah kiblat.

Sekiranya pada kedua kesempatan tsb terlewatkan, maka arah kiblat untuk suatu tempat dapat diketahui melalui perhitungan dan pengukuran.

Perhitungan arah kiblat menggunakan rumus :

tan Kiblat = cos f tan 21º 25′ : sin C – sin f tan C

dengan:

f = Lintang tempat kota yang dihitung.
C = selisih bujur antara kota ybs dengan 39º 50′ BT.

KOTA

LINTANG

BUJUR

KIBLAT

TANGENS

VAR

Ambon

03º 42′ LS

128º 14′ BT

21º 28′ 23″

39.34

1.99

Band Lampung

05º 25′ LS

105º 17′ BT

25º 17′ 11″

47.24

0.34

Banda Aceh

05º 35′ LU

095º 20′ BT

22º 08′ 13″

40.68

-0.25

Bandung

06º 57′ LS

107º 34′ BT

25º 11′ 10″

47.03

0.52

Banjarmasin

03º 22′ LS

114º 40′ BT

22º 51′ 58″

42.16

0.91

Batam

01º 08′ LU

104º 00′ BT

23º 04′ 47″

45.89

0.41

Bengkulu

03º 48′ LS

102º 15′ BT

25º 28′ 10″

47.63

0.07

Denpasar

08º 37′ LS

105º 13′ BT

23º 44′ 32″

43.98

1.15

Fakfak

03º 52′ LS

132º 20′ BT

21º 14′ 40″

38.88

2.72

Gorontalo

00º 34′ LU

123º 05′ BT

21º 29′ 37″

39.38

0.86

Jakarta

06º 10′ LS

106º 49′ BT

25º 08′ 31″

46.93

0.47

Jambi

01º 36′ LS

103º 38′ BT

24º 15′ 42″

45.07

0.33

Jayapura

02º 28′ LS

140º 38′ BT

22º 09′ 12″

40.71

4.31

Kendari

03º 57′ LS

122º 35′ BT

21º 47′ 36″

40.32

1.36

Kupang

10º 12′ LS

123º 35′ BT

22º 10′ 57″

40.77

2.05

Makassar

05º 08′ LS

119º 27′ BT

22º 28′ 04″

41.38

1.24

Manado

01º 33 LU

124º 53′ BT

21º 21′ 58″

39.12

0.86

Mataram

08º 36′ LS

116º 08′ BT

23º 32′ 22″

43.56

1.22

Medan

03º 38 LU

098º 38′ BT

22º 44′ 46″

41.93

0.03

Nabire

03º 20 LS

135º 30′ BT

21º 11′ 42″

38.78

3.29

Padang

00º 57′ LS

100º 21′ BT

24º 41′ 51″

45.99

0.01

Pakanbaru

00º 30′ LS

101º 28′ BT

23º 47′ 55″

44.10

0.20

Palangkaraya

02º 16′ LS

113º 56′ BT

22º 43′ 23″

41.88

0.02

Palembang

02º 59′ LS

104º 47′ BT

25º 36′ 33

47.93

0.42

Palu

00º 50′ LS

119º 54′ BT

21º 50′ 10

40.07

0.86

Pangkalpinang

02º 07′ LS

106º 10′ BT

23º 56′ 53″

44.41

0.52

Pontianak

00º 05′ LS

109º 22′ BT

22º 44′ 37″

41.92

0.64

Samarinda

00º 28′ LS

117º 11′ BT

21º 59′ 21″

40.38

0.75

Semarang

07º 00′ LS

110º 24′ BT

24º 30′ 17″

45.38

0.77

Serang

06º 08′ LS

106º 09′ BT

25º 18′ 03″

47.27

0.40

Surabaya

07º 15′ LS

112º 45′ BT

24º 01′ 25″

44.58

0.95

Ternate

01º 49′ LU

127º 24′ BT

21º 21′ 27″

39.10

1.08

Yogyakarta

07º 48 LS

110º 21′ BT

24º 42′ 46″

45.78

0.76

Setelah besaran sudut arah kiblat suatu kota diketahui, ke-mudian dilakukan pengukuran arah kiblat di kota ybs. Untuk kota-kota di wilayah Indonesia dengan langkah-langkah sbb:
1.    Membuat garis barat-timur sepanjang satu meter dengan ti-tik B (di bagian barat) dan titik T (di bagian timur)
2.    Pada titik B dibuat garis ke utara sepanjang harga tangens arah kiblatnya. Ujung garis sebelah utara diberi titik K.
3.    Hubungkan titik T dan K dengan garis lurus atau tali.
Garis inilah arah kiblat untuk tempat atau kota ybs.

Ketepatan pengukuran arah kiblat di suatu tempat sangat tergantung pada kebenaran penentuan titik arah mataangin di tempat ybs, khususnya titik barat dan timur, sehingga apabila pe-nentukan titik barat-timur ini kurang tepat atau bahkan salah maka arah kiblat yang ditunjukkannya tentunya akan kurang tepat bahkan salah pula.

Berikut ini diberikan petunjuk untuk menentukan arah barat-timur, baik dengan kompas maupun dengan sinar matahari.

A. Barat-Timur Dengan Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah mataangin oleh jarum yang ada padanya. Jarum kompas ini terbuat dari logam magnetis yang dipasang sedemikian rupa sehingga dengan mudah bergerak menunjukkan arah utara. Hanya saja arah utara yang ditunjukkan olehnya bukan arah utara sejati (titik kutub utara), melainkan titik utara magnit, sehingga untuk mendapatkan arah utara sejati perlu ada koreksi variasi magnit (deklinasi kompas) terhadap arah jarum kompas.

Nilai variasi magnit itu berbeda-beda tergantung pada posisi tempatnya. Harga variasi magnit untuk wilayah Indonesia dari Sa-bang sampai Merauke sekitar -1º s/d +5º. Misalnya untuk Yogya-karta sebesar 0.76, berarti titik utara sejati berada di sebelah timur utara magnit (kompas) sebesar 0.76 (0° 45′ 36″). Oleh karenanya, pengukuran arah kiblat dengan kompas memerlukan extra hati-hati dan penuh kecermatan, mengingat jarum kompas itu kecil dan peka terhadap medan magnit. Untuk mendapatkan informasi data variasi magnit dapat menghubungi BMG (Badan Meteorologi & Geofisika).

Menentukan titik barat-timur dengan kompas dapat dilaku-kan dengan cara :
1.    Letakkan kompas di tempat yang datar serta bebas dari medan magnit (logam yang mengandung zat besi dan se-macamnya)
2.    Periksalah jarum yang ada padanya, upayakan ia dapat ber-gerak bebas.
3.    Jarum kompas yang (biasanya) berwarna merah atau kebiru-biruan senantiasa menunjukan arah utara dan selatan.
4.    Bentangkan benang atau semacamnya di atas kompas searah dengan jarum kompas.
5.    Buatlah titik U pada arah yang menuju titik Utara dan buat-lah titik S pada arah yang menuju titik Selatan.
6.    Untuk memperoleh arah utara sejati, perlu dikoreksi variasi magnit. Dengan demikian sudah diperoleh arah Utara dan Selatan sejati.
7.    Untuk memperoleh titik arah Barat dan Timur maka buatlah garis yang tegak lurus (siku-siku) pada benang Utara-Selatan sejati tesebut.
8.    Garis inilah yang menuju titik arah Barat dan Timur.

B. Barat-Timur Dengan Sinar Matahari
Sementara menentukan titik barat dan timur dengan sinar matahari dapat dilakukan langkah sbb :
1.    Pilih tempat yang rata, datar, dan terbuka.
2.    Buatlah sebuah lingkaran di tempat itu dengan jari-jari sekitar 0.5 meter.
3.    Tancapkan sebuah tongkat lurus setinggi sekitar 1.5 meter tegak lurus tepat di tengah lingkaran itu.
4.    Berilah tanda titik B pada titik perpotongan antara bayangan ujung tongkat dengan garis lingkaraan sebelah barat (ketika bayangan sinar matahari mulai masuk lingkaran). Titik B ini ter-jadi sebelum waktu dzuhur.
5.    Berilah tanda titik T pada titik perpotongan antara bayangan ujung tongkat dengan garis lingkaraan sebelah timur (ketika bayangan sinar matahari keluar lingkaran). Titik T ini terjadi se-sudah waktu dzuhur.
6.    Hubungkan  titik B dan titik T tsb dengan garis lurus atau benang.
7.    Titik B merupakan titik Barat dan titik T merupakan titik Timur, sehingga sudah didapatkan garis lurus yang menunjukkan arah Barat dan Timur sejati.

Setelah garis barat-timur sudah ditemukan, baik dengan kom-pas atau dengan sinar matahari, –namun disarankan mengguna-kan sinar matahari–, kemudian lakukanlah langkah-langkah sbb :
1.    Ukurlah garis barat-timur sepanjang satu meter.
2.    Pada ujung sebelah barat diberi titik B dan ujung sebelah timur diberi titik T
3.    Pada titik B dibuat garis tegak lurus (siku-siku) ke arah utara sepanjang harga tangens arah kiblatnya. (Misalnya untuk Yogyakarta 46.02 cm). Kemudian pada ujung utara diberi titik  K.
4.    Antara titik T (no.2) dengan titik K (no.3) dibuat garis lurus se-hingga terjadi garis TK.
Garis lurus TK inilah yang menunjukkan arah kiblat untuk kota Yogyakarta.
5.    Kemudian apabila akan membuat garis-garis shaf, maka dapat dibuat garis-garis yang tegak lurus pada garis yang menunjuk-kan arah kiblat tsb (no.4).

Tambahan :
o    Apabila tersedia theodolit maka pengukuran arah kiblat lebih praktis dan akurat.
o    Apabila masyarakat belum mampu melakukan perhitungan dan pengukuran sendiri maka dapat menghubungi Kantor Urusan Agama, Departemen Agama maupun Pengadilan Agama.
o    Arah kiblat suatu tempat hendaknya dihitung tersendiri arah kiblatnya.
o    Arah kiblat pada kompas yang ada di sajadah (biasanya beli di Makah) hanya dapat digunakan dalam keadaan darurat.

3 Tanggapan

  1. […] Mengapa Penentuan arah kiblat… […]

  2. Ass. Pak dimana bisa beli alat ini dan berapa harganya ??

  3. Barangkali untuk menambah keabsahannya baca buku fiqh qiblat ; cara sederhana menentukan arah shalat agar sesuai syariat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: