Gebyar 100 jam Astronomi se-Jagat

100 Jam Non-Stop Astronomi

100 Jam Non-Stop Astronomi

Bumi ini memang bulat, dan bumi ini memang mengelilingi matahari. Disamping bumi ini juga berputar pada porosnya. Matahari tampak kecil bila kita saksikan dari bumi. Padahal matahari adalah 1000 kali bumi. Dan seterusnya, kini kita semua memahami alam bumi, bulan, matahari dan ke-8 planet yang mengelilingi sang surya dalam ‘rumah tangga’ matahari atau Tata Surya Matahari. 100 jam …

adalah salah satu event dari beragam event dunia untuk mengenang 400 tahun teleskop Galileo.

100 jam Astronomi - CASA

100 jam Astronomi - CASA

Galileo memang tidak menciptakan teleskop tapi ia telah melakukan penyempurnaan terhadap alat tersebut. Galileo menjadi orang pertama yang memakainya untuk mengamati langit, dan untuk beberapa waktu, ia adalah satu dari sedikit orang yang bisa membuat teleskop sebagus itu.

Awalnya, ia membuat teleskop hanya berdasarkan deskripsi tentang alat yang dibuat di Belanda pada 1608. Ia membuat sebuah teleskop dengan perbesaran 3x dan kemudian membuat model-model baru yang bisa mencapai 32x.

Pada 25 Agustus 1609, ia mendemonstrasikan teleskop pada pembuat hukum dari Venesia. Selain itu, hasil kerjanya juga membuahkan hasil lain karena ada pedagang-pedagang yang memanfaatkan teleskopnya untuk keperluan pelayaran. Pengamatan astronominya pertama kali diterbitkan di bulan Maret 1610, berjudul Sidereus Nuncius.

Galileo menemukan tiga satelit alami Jupiter –Io, Europa, dan Callisto– pada 7 Januari 1610. Empat malam kemudian, ia menemukan Ganymede. Ia juga menemukan bahwa bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang ia perkirakan berasal dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga ia menyimpulkan bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet.

Galileo adalah salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari, diperkirakan astronom Tionghoa sudah mengamatinya sejak lama. Selain itu, Galileo juga adalah orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah di bulan, kesimpulan yang diambil melihat dari pola bayangan yang ada di permukaan. Ia kemudian memberi kesimpulan bahwa bulan itu “kasar dan tidak rata, seperti permukaan bumi sendiri”, tidak seperti anggapan Aristoteles yang menyatakan bulan adalah bola sempurna.

Galileo juga mengamati planet Neptunus pada 1612 namun ia tidak menyadarinya sebagai planet. Pada buku catatannya, Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang redup.

100 jam astronomi dilaksanakan serempak di seluruh dunia, dan bisa meakukan pengamatan langsung via 80 teleskop yang online bergantian.

CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) sebagai bagian dari kelompk pelajar yang giat dan menyukai dunia jagat raya, juga turut andil dalam event 100 jam astronomi dunia ini.

Event ini resmi dilakukan pada 2 – 5 April 2009, namun CASA hanya menggelar event nya pada 4-5 April 2009. Beberapa event yang coba digarap CASA adalah Road Show Astronomy, Pemutaran Video Astronomi, Mengamati Galaksi dan Planet serta Bintang, observasi Sunday, serta kagiatan lain yang terkait dengan astronomi dan dunia yang indah nan luas.

Selamat datang di 100 Hours of Astronomy…

Welcome to International Year of Astronomy 2009…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: