Hilal Akhir Rojab 1430 H

Akhir Rojab

Akhir Rojab

Ada dua waktu untuk menyaksikan hilal Penutup bulan Rojab 1430 H ini. Masing-masing Selasa 21 Juli 2009 dan Rabu 22 juli 2009, selepas shubuh. Peluang hari kedua sangatlah kecil, sebab posisi Bulan sudah sangat dekat dengan matahari. Nah, peluang hari pertama sangat bagus, asal cuaca mendukung. Di Solo, cuaca kurang bagus, sehingga Pengasuh CASA Ustadz Budi gagal melihatnya. tetapi ustadz AR bisa di Klaten…

Karena cuaca di Klaten, meski mendung alias berawan namun ada peluang atau celah yg bisa diandalkan untuk melihat dan lalu mengabadikan sang Hilal penentup akhir bulan Rojab 1430 H ini.

Posisi Bulan pada hari pertama, yakni:

* Selasa 21 Juli 2009 (umur Bulan saat itu : 27,7 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 61 menit)

A. Hari Pertama:

Sementara posisi Bulan pada hari kedua, yakni:

* Rabu 22 Juli 2009 (umur Bulan saat itu : 3,7 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 3 menit)

Pada hari pertama (Selasa, 21 Juli 2009), selepas shubuh sekitar jam 04:45 WIB ustadz AR menuju lokasi di tengah sawah di dusun Bendo, desa Ketitang, kecamatan Juwiring, Klaten. Lokasi ini sekitar pada koordinat :

Lattitude : 7° 41′ 39.17″ S
Longitude : 110° 44′ 20.64″ E
Time Zone : GMT+7
Elevation : 98 m

Secara hisab, Bulan terbit jam 04:46 WIB, lalu Matahari terbit sekitar jam 05:51 WIB. Jam 04:50, ustadz AR sudah ada di lokasi. Namun cuaca horizon timur sangat tebal awannya. Hanya di atasnya sedikit ada celah yg memanjang, meski atasnya lagi awan masih cukup hitam.

Pertama Teramati:

Hilal Tua Rojab 1430 H pertama kali bisa diamati setelah ia melewati awan hitam dan memasuki celah sekitar jam 05:12 WIB.

Berikut hasil Pengamatan, Hilal Tua Rojab 1430 H itu ada di antara awan hitam…(diambil yang sudah berada di tengah celah, sekitar jam 05:25 WIB)

Sungguh indah ciptaan-Mu ya Rabb…

Hilal Tua yang indah

Hilal Tua yang indah

Terakhir Teramati:

Hilal Tua Rojab 1430 H, terakhir dapat diamati sekitar jam 05:36, dan berikut gambarnya:

Hilal Tua terakhir teramati

Hilal Tua terakhir teramati

Dan setelah itu, tertutup awan lagi…lalu matahari terbit.

Selamat jalan bulan Rojab 1430 H…..

B. Hari Kedua:

Rukyah Hilal Tua Rojab 1430 H hari kedua, Rabu 22 Juli 2009; GAGAL alias Hilal tua TIDAK TERAMATI. Padahal cuaca cerah, tetapi karena posisi Bulan sangat rendah dan sudah sangat dekat dengan matahari, maka sangat sulit bahkan mustahil bisa melihatnya.

DO’A MELIHAT HILAL:

Do’a melihat Hilal menurut Rosulullah SAW seperti dalam hadits Tirmidizi, status hadits ini marfu’ (=sanadnya bersambung sampai ke Rosululloh SAW), tingkatan hadits = hasan ghorib.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ سُفْيَانَ الْمَدِينِيُّ حَدَّثَنِي بِلَالُ بْنِ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلَالَ قَالَ اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Matan haditsnya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya kira2 begini:

Ya Alloh, jadikanlah bulan baru ini bagi kami secara aman dan Iman, juga menjadikan kami selamat dan Islam, Tuhanku dan Tuhanmu wahai hilal, adalah Alloh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: