Transit Venus 2012: Sebuah Memori Digital

Transit of Venus 2012

Transit of Venus 2012

Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar…… Sungguh kata-kata itu yang bisa diucapkan oleh bibir mungil ini saat melihat keagungan Sang Pencipta-Allah SWT, pada fenomena transit Venus pada Rabu 6 Juni 2012 di Observatorium CASA-PPMI Assalaam.

Berikut rekaman dalam bentuk Teks, Foto dan Video, selama kegiatan Observasi Transit Venus.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Liputan di Media Cetak:

1. Harian Solo Pos:

CASA Mengamati Transit Venus

CASA Mengamati Transit Venus

TRANSIT VENUS- Club Astronomi Santri Assalam (CASA), mengamati fenomena Transit Venus dari Observatorium PPMI Assalam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (6/6/2012). Fenomena Transit Venus, merupakan peristiwa planet Venus melintas di antara Matahari dan Bumi dan diperkirakan akan terjadi lagi satu abad kemudian. [http://www.solopos.com/2012/feature/mengamati-transit-venus-191613]

Transit Venus dari Solo

Transit Venus dari Solo

TRANSIT VENUS- Foto planet Venus terlihat sangat kecil dibandingkan Matahari saat terjadi fenomena Transit Venus dari Observatorium PPMI Assalam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (6/6/2012). Fenomena Transit Venus, merupakan peristiwa planet Venus melintas di antara Matahari dan Bumi dan diperkirakan akan terjadi lagi satu abad (kemudian.JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)

SUKOHARJO–Gerhana Venus yang disebabkan oleh planet Venus yang sedang melintasi Matahari dapat disaksikan jelas, Rabu (6/6/2012) di Observatorium Assalaam Kartasura.

Berdasarkan pantauan sementara, Venus telah menempati posisi lintasan matahari. Menurut pengasuh Club Astronomi Santri Assalaam (CASA)  Assalaam, di Indonesia bagian Barat, khususnya Solo perlintasan Venus baru bisa dilihat sekitar pukul 06.09 WIB. Sementara, di Indonesia Bagian Timur, sudah bisa disaksikan sejak pukul 05.13. Perlintasan Venus itu bakal selesai pukul 11.47.

Sugeng menambahkan bintikan hitam di permukaan Matahari hanya disaksikan melalui Teleskop dan Kacamata Matahari. Fenomena itu, kata Sugeng, terakhir terjadi pada 2004 lalu. Bakal terjadi lagi pada 2117 mendatang.

Sementara, di Indonesia hanya ada lima observatorium yang bisa menyaksikan fenomena itu, salah satunya di Solo. Perlintasan Venus ke Matahari itu, kata Sugeng, bisa disaksikan di seluruh dunia yang saat ini keadaaan siang.Fenomena itu juga menurutnya tidak berdampak apapun terhadap bumi. [http://www.solopos.com/2012/sukoharjo/gerhana-venus-dapat-disaksikan-di-observatorium-assalaam-kartasura-191541]

2. Harian Joglo Semar:

Kompleks Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, dipadati pelajar dan masyarakat, Rabu (6/6) kemarin. Rupanya mereka ingin menjadi saksi fenomena langka, yaitu saat planet venus singgah alias transit di matahari yang merupakan pusat tata surya kita.
Antusiasme para pelajar dan masyarakat ini bisa dimaklumi. Sebab, fenomena ini diperkirakan baru dapat dilihat kembali sekitar 105 tahun mendatang, tepatnya tahun 2117. Itu artinya, orang yang saat ini menyaksikannya, kecil kemungkinan bisa menyaksikannya kembali.

Beberapa pengunjung dan siswa yang tergabung dalam Club Astronomi Santri Assalaam (CASA), sejak pukul 05.13 WIB sudah mulai berdatangan. Mereka secara bergantian melihat kontak awal venus mengenai piringan matahari.
Hingga pukul 10.00 WIB pengunjung terus berdatangan. Anshar Zamrudillah Arham misalnya, siswa kelas XI SMA jurusan IPA, tampak mencoba melihat fenomena itu melalui teleskop.
“Saya tertarik melihatnya karena kejadian ini sekali seumur hidup. Subuh tadi saya sudah ikut melihat dengan teleskop. Saya lihat venus ada di pinggir matahari. Tapi setelah beberapa jam tampak sudah berpindah,” kata Anshar kepada Joglosemar.
Pengasuh CASA, AR Sugeng Riyadi atau yang akrab dipanggil Ustaz AR mengatakan, fenomena ini tidak ada efeknya bagi alam. “Kontak awal Venus mengenai piringan matahari pada pukul 05.13 WIB, puncaknya pukul 08.09 WIB dan meninggalkan matahari pukul 11.47,” papar dia.
Sementara itu, Profesor Riset Astronomi Astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan, transit venus tercatat pernah terjadi pada 9 Desember 1874, 6 Desember 1882 dan 8 Juni 2004. Fenomena ini terjadi kembali pada 6 Juni 2012, diperkirakan akan terjadi lagi pada 12 Desember 2117, 8 Desember 2125, dan 11 Juni 2247.
”Transit venus berarti venus melintas tepat di depan matahari. Kalau bulan yang melintas, maka itu gerhana. Kalau venus yang dilihat dari bumi kecil sekali, sehingga tampak seperti bintik hitam. Jadi titik hitam ini melintas di piringan matahari,” kata Djamaluddin.
Lalu, adakah bencana di balik fenomena langka ini? ”Ini aman, tidak ada pengaruh kebencanaan. Tidak ada yang mengerikan,” ujar peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Emanuele Sungging Mumpuni.
Lain pendapat Mumpuni, lain pula pakar sejarah dan penulis buku, Dr Jet Show. Berdasarkan catatan sejarah, ada bencana yang mengikuti transit venus di matahari. ”Transit Venus terjadi pada 6 Desember 1882. Tebak apa yang terjadi setahun berikutnya? Erupsi terbesar dalam sejarah terjadi pada 26 Agustus 1883 di Krakatau, Indonesia, diperkirakan berada sekitar garis matahari terbenam,” ujar Dr Chet Snow seperti dilansir Vivanews.
Lalu pada abad ke-18, tsunami menyerang Jepang setelah gempa di Burma pada 1762. Setahun sebelumnya atau 1761, terjadi transit venus. ”Hanya berbeda 6 hingga 8 bulan,” cetusnya. Percaya atau tidak, terserah Anda. [http://www.harianjoglosemar.com/berita/jadi-saksi-venus-singgahi-matahari-79717.html]

3. Harian Suara Merdeka:

SOLO, suaramerdeka.com – Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) dari Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo mengajak masyarakat menyaksikan fenomena transitnya planet venus (gerhana venus) di permukaan matahari, Rabu (6/6). Fenomena ini, mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir dalam kehidupan seseorang lantaran rentang waktu terjadinya 105 tahun sekali.

Pengasuh CASA Ponpes Assalaam Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi mengatakan, gerhana ini mulai terjadi mulai pukul 05.13-11.47. Gerhana ini terjadi karena matahari tertutup oleh planet venus. Gerhana hanya terlihat seperti titik spidol di permukaan piringan matahari jika dilihat dari bumi.

Untuk melihatnya menggunakan kacamata khusus matahari atau teropong lunt solar system yang mampu menjangkau posisi venus dan matahari. “Fenomena langka ini akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Jadi mungkin saja seumur hidup hanya sekali melihatnya,” kata Sugeng pada wartawan, Rabu (6/6).

Bukan hanya siswa dari CASA yang melihat fenomena ini, beberapa mahasiswa dan dosen turut menyaksikannya. Menurutnya, fenomena ini untuk menunjukkan bukti pada siswa jika planet-planet beredar mengelilingi bumi.

Gerhana venus, lanjutnya, menjadi satu dari lima gerhana yang terjadi di tahun 2012. Berdasarkan observasi, terjadi dua gerhana matahari, dua kali gerhana bulan dan sekali gerhana venus. Pertama, gerhana matahari cincin yang terjadi pada 20 Mei 2012. Gerhana ini hanya dapat disaksikan di wilayah Indonesia timur. Kedua gerhana bulan sebagian yang terjadi 4 Juni 2012 dan bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia.

Keempat, gerhana matahari total yang akan terjadi 14 November 2012 mulai pukul 05.11 WIB. Gerhana di antaranya meliputi Papua Barat, Australia, Selandia Baru dan Samudra Pasifik. Terakhir gerhana bulan Penumbra yang akan terjadi pada 28 November 2012 mulai pukul 19.15-23.51 WIB. Gerhana ini hanya bisa dilihat menggunakan teleskop.

“Dari lima gerhana itu yang bisa disaksikan dari eks karesidenan Surakarta hanya gerhana bulan pada 4 Juni dan gerhana venus pada 6 Juni,” kata Sugeng. [http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/06/120507/Fenomena-Langka-105-Tahun-Sekali-Transit-Planet-Venus-2012]

4. Harian Tribun Jogja:

TRIBUNJOGJA.COM, SUKOHARJO – Fenomena langka Venus Transit juga dinikmati oleh siswa, mahasiswa, dan masyarakat di Sukoharjo. Mereka menyaksikan peristiwa yang hanya 105 tahun sekali itu melalui teleskop yang disediakan oleh Club Astronomi Assalam (CASA) Pondok Pesantren Assalam.

Ada sebanyak enam teleskop yang bebas digunakan oleh para pengunjung. Pengamatan pun dilakukan di tempat khusus, yakni puncak gedung 5 lantai yang memang difungsikan sebagai observatorium. Selain teleskop, CASA juga menyediakan kacamata khusus untuk melihat fenomena venus transit.

“Tepat hari ini, planet Venus ada di depan matahari sehingga seolah-olah sedang transit. Peristiwa ini hanya ada 105 tahun sekali,” kata pendiri CASA, AR Sugeng Riyadi, Rabu (6/6/2012). Peristiwa itu bisa dilihat sejak pukul 05.00 hingga 12.00 siang. Namun venus transit tak akan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Menurut AR, waktu melihat terbaik adalah sekitar pukul 09.00 dan pukul 11.00. Dari teleskop atau kacamata khusus, maka akan terlihat titik kecil persis di depan matahari. Titik itu adalah planet venus yang melintas. “Jika anda bisa melihat hari ini. Itu adalah peristiwa sekali seumur hidup. Anda termasuk orang yang beruntung,” kata guru yang akrab di sapa AR ini.

Sejak pengamatan dimulai, Rabu pagi, observatorium sudah mulai dipadati pengunjung yang sebagian besar pelajar. Mereka rela mengantri mendapat giliran melihat menggunakan teleskop. “Subhanallah, saya sangat bersyukur bisa melihat sekali seumur hidup. Langitnya sangat cerah hingga mudah melihat,” kata Aliana, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mengaku melihat titik hitam kecil persis di depan matahari. (*) [http://www.tribunnews.com/2012/06/06/pelajar-nikmati-fenomena-venus-transit]

5. Portal Detik dot Com

Mengamati Transit Venus

Mengamati Transit Venus

Solo Fenomena planet Venus yang melintasi piringan matahari mendapat perhatian warga. Namun kondisi awan tebal di angkasa Solo pada Rabu (6/6/2012) membuat warga kesulitan menyaksikan kejadian langka tersebut. Warga baru bisa menyaksikan dengan jelas pada waktu menjelang siang, tentunya dengan mengenakan kacamata khusus.

Safruddin, warga Solo, menyempatkan diri membeli kacamata khusus untuk menyaksikan kejadian tersebut. Dia membeli kacamata gelap dari bahan plastik dan gagang dari kertas tersebut seharga Rp 20 ribu di toko khusus yang menyediakan alat tersebut.

“Sejak tadi pagi saya dan beberapa teman sudah bersiap menyaksikan, tetapi sejak pagi matahari selalu terhalang awan. Menjelang siang ini baru terlihat karena langit cerah. Dengan kacamata khusus ini planet Venus kelihatan jelas sebagai sebuah titik hitam di depan matahari,” ujar Safruddin.

Dari penglihatan telanjang pada pukul 10.30 WIB, posisi Venus masih berada di dekat tepi piringan matahari pada posisi antara barat dan barat laut. Venus hanya kelihatan seperti noktah atau titik hitam kecil pada piringan besar matahari.

Di Pesantren Assalam, Pabelan, Sukoharjo, peristiwa transit Venus juga mendapat perhatian khusus. Club Astronomi Santri Assalam (CASA) mengamati langsung peristiwa tersebut semenjak pagi dengan menggunakan teropong khusus. Mereka mengamati pergerakan awal Venus melintas sekitar sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 11.47 WIB, ketika Venus telah keluar dari piringan matahari.

Namun, juga karena terhalang awan, pada pengamatan pagi hari mereka baru bisa melihat langsung peristiwa transit pada sekitar pukul 08.00 WIB hingga 30 menit setelahnya dan kemudian matahari kembali tertutup awan.

“Kami mendukung sepenuhnya kepada para santri yang memiliki ketertarikan pada fenomena astronomi seperti ini sebagai bagian dari pembelajaran kepada santri. Kami juga memerlukan mempelajarinya sebagai sarana pembuktian ilmiah, termasuk diantaranya untuk mengetahui jarak Venus dengan matahari,” ujar AR Sugeng, ustaz pengasuh di CASA Ponpes Assalam. [http://news.detik.com/read/2012/06/06/110211/1934031/10/awan-sempat-halangi-warga-solo-saksikan-transit-venus?9922022]

6. Portal VivaNews dot Com:

CASA mengamati Transit Venus 2012

CASA mengamati Transit Venus 2012

VIVAnews – Peristiwa astronomi langka yang hanya sekali dalam 100 tahun terjadi hari ini: transit Venus. Saat planet itu melintasi Matahari. Ratusan warga Solo di Club Astronomi Santri Assalam (CASA) berkumpul untuk melihat fenomena tersebut secara langsung dengan menggunakan teleskop.

Berdasarkan pantauan VIVAnews di Observatorium CASA PPMI Assalam Surakarta, ratusan pengunjung yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dosen dan masyarakat umum dengan seksama melihat fenomena transit Venus melalui sejumlah teleskop.

Selain itu, pihak pengelola observatorium  juga menyediakan  layar televisi yang menggambarkan secara live kejadian alam tersebut  melalui salah satu teleskop yang dipasangi perangkat kamera digital.

Salah satu pengunjung yang juga mahasiswa IAIN Surakarta, Dian mengatakan fenomena pergerakan Pllanet Venus yang melewati permukaan matahari merupakan kejadian yang sangat langka. Bahkan, seumur hidup hanya bisa dilihat sekali.

“Karena ini merupakan momen yang jarang terjadi karenanya saya ingin melihat secara langsung dari sini (obsevatorium),” kata dia kepada VIVAnews, Rabu, 6 Juni 2012.

Dian datang tidak sendirian, melainkan bersama rombongan teman kampusnya yang berjumlah 70 mahasiswa. Mereka datang ke Observatorium PPMI Assalam supaya bisa melihat secara langsung dan jelas terjadinya transit Venus. “Kalau di sini kan bisa melihat secara langsung karena ada alatnya untuk melihat,” kata dia.

Sementara itu, Pengasuh CASA PPMI Assalam Surakarta, AR Sugeng Riyadi mengatakan pihaknya memang telah menginformasikan kepada masyarakat umum perihal nonton bareng fenomena singgahnya Venus di permukaan matahari.

“Kami telah mengumumkan adanya acara ini. Jadi yang datang ke observatorium jumlahnya bisa mencapai ratusan pengunjung,” ujarnya.

Pengamatan transit Venus, lanjut dia, dilakukan sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi. Rencananya pengamatan akan berlangsung hingga nanti pukul 11.47 WIB.

“Menurut perhitungan penampakan fenomena itu akan berlangsung hingga siang nanti sehingga kita tetap akan melakukan pengamatan hingga selesai,” ujar dia.

Lebih lanjut, Sugeng menyebutkan, pihaknya menyediakan sejumlah teleskop yang terdiri dari dua teleskop digital, teleskop khusus matahari, dan tiga teleskop manual untuk melihat transit Venus.

“Selain menyediakan teleskop, kami juga menyediakan sebanyak 20 kaca mata yang dilengkapi solar filter. Pengunjung bisa memakainya untuk melihat transit Venus,” terang dia. (umi) [http://nasional.vivanews.com/news/read/321411-aksi-warga-solo-nonton-bareng-transit-venus]

7. Portal MetroTVNews dot Com:

Metrotvnews.com, Sukoharjo: Gerhana Venus dapat dilihat di Pondok Pesantren Assalam, Sukoharjo, Jawa Tengah, sekitar pukul 07.30 WIB, Rabu (6/6). Pemantauan itu menggunakan alat di observatorium Club Astronomi Santri Assalam (CASA).

Fenomena alam langka itu dapat dilihat hingga pukul 08.30 WIB. Namun awan tebal membuat pengamatan tak berjalan maksimal. Gerhana Venus sering kali tak tampak karena terutup awan tebal.

Gerhana Venus terjadi sejak pukul 05.13 hingga 11.47. Tapi bentuknya tak seperti gerhana bulan maupun matahari. Sebab, bentuk Venus hanya menyerupai satu titik hitam di penampang matahari.

Gerhana Venus hanya dapat diamati dengan teleskop khusus atau ebrfilter dan kaca matahari. Bagi yang melihatnya tentu menjadi keberuntungan tersendiri. Sebab, gerhana Venus akan terjadi lagi pada Desember 2117 atau sekitar 105 tahun kemudian.

Pengasuh CASA, AR Sugeng, mengatakan pemantauan gerhana Venus itu penting. Selain sebagai pembuktian ilmiah, pengamatam itu juga untuk mengetahui jarak antara Venus dengan matahari.(Eka Hari Wibawa/RRN) [http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/06/06/93747/Gerhana-Venus-Dapat-Dilihat-di-Ponpes-Assalam-Sukoharjo/6]

8. Portal Indosiar dot Com:

indosiar.com,  Bandung – (Rabu, 06.06.2012) Fenomena astronomi yang cukup langka terjadi hari ini yaitu transitnya planet venus didepan lingkaran atau piringan matahari. Fenomena alam in tentu sajai menjadi bahan penelitian. Bahkan warga diberbagai daerah juga antusias menyaksikannya meski harus menggunakan alat bantu. 

Warga Lembang Kabupaten Bandung Barat ini harus memakai kacamata khusus untuk melihat fenomena dimana planet venus berada didepan lingkaran matahari. Menurut peneliti Observatorium Bosscha, planet venus hari ini transit di matahari selama 6 jam, sejak pukul 05.14 WIB dan puncaknya terjadi pukul 08.40 WIB. Menurut peneliti Observatorium Bosscha, fenomena langka ini sebelumnya terjadi pada tahun 2004. Fenomena seperti ini dipredeksi baru akan kembali terjadi 100 tahun mendatang. 

Menurut peneliti, peristiwa langka ini sebenarnya hampir sama dengan fenomena gerhana matahari, namun karena planet venus terbilang kecil, maka sinar matahari ke bumi tidak terganggu. Saat peristiwa terjadi, matahari, venus dan bumi terletak segaris. 

Fenomena transit venus jadi pusat perhatian warga dikawasan Sleman, Yogyakarta Rabu pagi. Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop dengan teknik proyeksi dan filter matahari. Sebagian yang lain mengamati transit venus menggunakan kacamata matahari. 

Meskipun hanya sebentar dan tertutup awan, warga Solo juga antusias menyaksikan fenomena transit venus. Para santri di pondok pesantren Al Salam Pabelan Sukoharjo ikut antusias menyaksikan proses transit planet venus, baik dengan kacamatan khusus maupun teropong. Posisi venus yang berada segaris dengan matahari kelihatan seperti nokta atau titik hitam kecil pada piringan besar matahari. (Tim Liputan/Sup) [http://www.indosiar.com/fokus/venus-transit-di-matahari-jadi-perhatian-warga_96090.html]

9. Harian KaranganyarPos dot Com:

SUKOHARJO–Gerhana Venus yang disebabkan oleh planet Venus yang sedang melintasi Matahari dapat disaksikan jelas, Rabu (6/6/2012) di Observatorium Assalaam Kartasura.

Berdasarkan pantauan sementara, Venus telah menempati posisi lintasan matahari. Menurut pengasuh Club Astronomi Santri Assalaam (CASA)  Assalaam, di Indonesia bagian Barat, khususnya Solo perlintasan Venus baru bisa dilihat sekitar pukul 06.09 WIB. Sementara, di Indonesia Bagian Timur, sudah bisa disaksikan sejak pukul 05.13. Perlintasan Venus itu bakal selesai pukul 11.47.

Sugeng menambahkan bintikan hitam di permukaan Matahari hanya disaksikan melalui Teleskop dan Kacamata Matahari. Fenomena itu, kata Sugeng, terakhir terjadi pada 2004 lalu. Bakal terjadi lagi pada 2117 mendatang.

Sementara, di Indonesia hanya ada lima observatorium yang bisa menyaksikan fenomena itu, salah satunya di Solo. Perlintasan Venus ke Matahari itu, kata Sugeng, bisa disaksikan di seluruh dunia yang saat ini keadaaan siang.Fenomena itu juga menurutnya tidak berdampak apapun terhadap bumi. [http://www.karanganyarpos.com/2012/sukoharjo/gerhana-venus-dapat-disaksikan-di-observatorium-assalaam-kartasura-191541]

LIPUTAN MEDIA ELEKTRONK:

1. Metro TV:

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/06/06/152462/Gerhana-Venus-Dapat-Dilihat-di-Ponpes-Assalam-Sukoharjo/6

2. Indosiar TV:

http://www.indosiar.com/fokus/venus-transit-di-matahari-jadi-perhatian-warga_96090.html

3. SCTV:

http://tv.liputan6.com/main/read/22/1089954/0/liputan6-petang-06-06-2012

Video Kegiatan:

1. Youtube by MetroTV

2. CASA:

under construction… //

SERTIFIKAT DARI NASA

Sertifikat dari NASA

Sertifikat dari NASA

KOLEKSI FOTO:

4 Tanggapan

  1. […] // Hasil Observasi Transit Venus 2012 di Solo  // […]

  2. […] Terakhir Gerhana Matahari … on Transit Venus 2012: Sebuah Mem…Dominico on Buku Tamuauliya on 200 Masjid di Mekah Tidak Meng…luqmanarifin on Penutupan […]

  3. Assalamualaikum, saya ingin minta izin untuk mengunduh salah satu foto didalam post ini, yaitu foto yang berjudul “transit venus dari Solo” dengan tetap menyertakan copyright dari blog CASA. Terimakasih sebelumnya. Salam.

    Silakan, terima kasih kembali…:-)

  4. […] Dokumentasi Transit Venus 2012 by CASA […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: