Rukyah Hilal Awal Ramadhan 1433 H

Rukyah Hilal

Rukyah Hilal

Dalam penanggalan hijriyah, pergantian bulan ditandai dengan munculnya hilal. Jenis hilal ada dua, yaitu hilal muda, dan hilal tua. Hilal tua mulai diamati pada pagi hari sebelum atau bersamaan dengan terbitnya matahari sedangkan hilal muda diamati pada sore hari saat matahari tenggelam.  Kegiatan mengamati hilal sering disebut dengan rukyah hilal.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, kegiatan rukyah yang masyhur adalah rukyah hilal pada akhir Sya’ban, akhir Ramadhan, dan awal Hijriyah. Bagi CASA (Club Astronomi Santri Assalaam), kegiatan Rukyah hilal merupakan salah satu kegiatan rutin. Setiap bulan setidaknya diadakan dua kali kegiatan rukyah hilal, yaitu rukyah hilal tua dan rukyah hilal muda.

Hilal Ramadhan 1433 H

28 Sya’ban 1433 H / 18 Juli 2012

Menjelang Ramadhan 1433 H, CASA mengadakan kegiatan rukyah hilal tua bulan Sya’ban. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu (18/07/2012 M). Peralatan rukyah sudah terpasang sejak malam hari dan kegiatan dimulai setelah sholat shubuh sekitar pukul 05.00 (UT +7). Pengamatan bertempat di observatorium Assalaam. Peralatan yang digunakan adalah satu unit teleskop sistem GOTO, satu unit teleskop analog, dan beberapa unit binokular. Untuk pengambilan gambar, teleskop dilengkapi kamera DSLR. Anggota CASA yang hadir dalam pengamatan berjumlah 13 orang.

Kondisi cuaca pada saat pengamaatan agak berawan pada bagian timur. Hilal hanya tampak beberapa menit, kemudian tertutup awan. Hingga matahari terbit hilal tidak juga tampak. Kegiatan pengamatan diakhiri pada saat matahari terbit. Pada kegiatan rukyah hilal tua Sya’ban, sekaligus dilakukan pengecekan peralatan dan live streaming untuk kegiatan rukyah hilal muda Ramadhan 1433 H. Pada tahun ini pemerintah, dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informasi RI (KOMINFO) ikut serta dalam penyelenggaraan kegiatan rukyah hilal awal Ramadhan di observatorium Assalaam. Kegiatan rukyah hilal disiarkan secara live streaming di website resmi KOMINFO  (http://hilal.kominfo.go.id/).

29 Sya’ban 1433 H / 19 Juli 2012

Meski acara direncakanan dibuka pada sore hari, persiapan kegiatan sudah dimulai pada siang hari. Persiapan utama adalah persiapan teleskop yang akan digunakan untuk pengamatan hilal. Agar dapat berfungsi secara optimal teleskop harus dikalibrasi. Objek langit yang digunakan untuk kalibrasi adalah matahari.

Kegiatan rukyah hilal muda Ramadhan 1433 H dimulai pada pukul 16.00 (UT +7). Kegiatan dibuka untuk umum. Semakin sore semakin banyak peserta yang berdatangan. Peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat. Jumlah pesrta diperkirakan 200 orang. Turut hadir juga dalam kegiatan rukyah ini utusan dari Kementrian Agama Sukoharjo, Ust. Kadarusman M. Ag., dr. Amin Romas, DSMK, dan Syaikh Mahrus Abdurrahman, M.A. Sembari menunggu saat-saat rukyah ust AR. Sugeng Riyadi, S. Pd. memberikan penjelasan tentang hilal dan rukyah hilal.

Menjelang matahari tenggelam, peserta diarahkan untuk mengamati langit di barat. Teleskop GOTO juga sudah diarahkan ke bulan. Namun pada akhirnya hilal tidak juga terlihat hingga hilal tenggelam. Pengamatan hilal dari Solo melaporkan bahwa hilal tidak tampak di Solo.

30 Sya’ban 1433 H / 20 Juli 2012

Kegiatan rukyah dilakukan sebanyak dua kali. Pada hari ke dua rukyah hilal ramadhan, posisi hilal sudah cukup tinggi sehingga diharapkan hilal dapat terlihat. Kegiatan rukyah hari ke dua tidak ditujukan dengan penentuan awal bulan, namun lebih sebagai sarana pembelajaran dan penambahan pengalaman bagi peserta. Kegiatan ini juga disiarkan secara live streaming di halaman web yang disediakan oleh KOMINFO.

Teleskop sudah disiapkan sejak siang dan diarahkan ke matahari. Pada pukul 16.00 (UT +7) kegiatan dimulai dan dipandu oleh Ust. AR Sugeng Riyadi. Sembari menunggu saat-saat rukyah Ust. AR Sugeng Riyadi memberikan penjelasan tentang hilal termasuk kondisi hilal pada saat itu. Pada awalnya langit di barat berawan cukup tebal pada sore hari. Namun semakin sore awan semakin menipis.

Pada saat matahari mulai tertutup gunung Merbabu, peserta dimohon mulai mengamati hilal. Hilal pertamakali dapat terekam pada pukul 17.28 (UT +7) dengan alat bantu Canon EOS 1000D dan Vixen ED81S. Karena masih cukup terang hilal masih belum dapat dilihat dengan mata tanpa alat. Oleh karena itu, teleskop dihunungkan dengan ccd sehingga gambar hilal dapat terekam dan tampak di layar LCD yang sudah disiapkan. Semakin lama langit semakin gelap dan hilal tampak semakin jelas dan akhirnya dapat dilihat dengan mata tanpa alat.

Para peserta tampak puas setelah berhasil melihat hilal. Setelah seluruh peserta dapat melihat hilal, kegiatan rukyah hilal hari kedua ini diakhiri.

Akhir kata, kami segenap pengelola dan anggota CASA mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementrian KOMINFO, TELKOM Indonesia, para wartawan, dan seluruh peserta kegiatan rukyah hilal.

Satu Tanggapan

  1. bagus sekali kegiatannya ustadz. saya salut ama ustadz. semoga kejadian di cakung yang mengatakan melihat hilal kenyataannya tidak, tidak terulang dan tidak terjadi pada santri assalam dibawah bimbingan orang yang berilmu, bukan orang yang dilandasi suutzhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: