Peluncuran 1000 Roket Air

Roket Meluncur

Roket Meluncur

Setelah menanti dan bekerja keras, akhirnya terlaksana juga salah satu impian CASA yakni meluncurkan roket air namun dalam jumlah yang banyak dalam waktu sesingkat-singkatnya (sehari). Jum’at 1 Maret 2013 adalah waktu yang istimewa bagi CASA karena pada hari itu, disamping Pondok sedang punya gawe yakni Lokakarya dan Lomba MIPA tingkat SD/MI se-Jateng dan DIY; CASA mampu meluncurkan karyanya yakni roket air sejumlah 1000 buah.

Jum’at 1 Marret 2013 digelar beberapa event sains di PPMI Assalaam. Pagi itu minimal ada 3 acara bersamaan, masing-masing Lomba MIPA tingkat SD/MI Se-Jateng-DIY, dilanjutkan Lokakarya Guru MIPA dengan tema Warna Alam dan Dinamika Matahari. Pagi itu pula 1000 roket air diluncurkan, dan masih tentang roket yakni Lomba membuat dan meluncurkan roket air antar pelajar se-Solo Raya.

Sorre hari acara mulau berakhir satu per satu, siangnya Lokakarya selesai, dan sorenya Lomba diakhiri dengan pengumuman para pemenang dan penutupan.

Acara menyisakan satu hingga Ahad, yakni Pameran Sains karya Pelajar se-Solo Raya di Hall Assalaam Center; menampilkan 60 stand dengan beragam judul karya. Pameran Sains atau Assalaam Sanis Fair ditutup pada Ahad, 3 Maret 2013 jam 21.00 dan sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.

Acara yang melatarbelakangi parade sains ini adalah fenomena alam yakni Transit Utama pada Jumat, 1 Maret 2013 jam 11.49 WIB; namun karena mendung maka tidak dapat dibadikan secara maksimal.

Bersyukur pula banyak wartawan yang datang, sehingga CASA bisa ikut memberikan sumbang sih ilmu kepada masyarakat. Berikut beberapa berita yang dimuat secara online:

1. http://us.teknologi.news.viva.co.id/news/read/394320-peringati-hari-tanpa-bayangan–1-000-roket-air-diluncurkan

Peringati Hari Tanpa Bayangan, 1.000 Roket Air Diluncurkan

“Fenomena ini penting, tetapi masyarakat banyak yang belum tahu.”

Jum’at, 1 Maret 2013, 13:55Anggi Kusumadewi, Fajar Sodiq (Solo)
Peluncuran 1.000 roket air untuk peringati hari tanpa bayangan.

Peluncuran 1.000 roket air untuk peringati hari tanpa bayangan.(VIVAnews/Fajar SodiqFajar Sodiq (Solo))
  • VIVAnews – Hari ini, Jumat 1 Maret 2013, ada fenomena alam yang hanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni hari tanpa bayangan. Pada hari ini pukul 11.49 WIB, matahari melintas tepat di atas kepala, sehingga seakan semua benda atau materi tidak memiliki bayangan.
“Pada pukul 11.49 WIB itu, bayangan tepat berada di bawah kita, sehingga seolah-olah kita tidak punya bayangan atau bayangan kita hilang,” kata AR Sugeng Riyadi, pengasuh Kelompok Astronomi Assalaam, Pondok Pesantren Assalaam, di Surakarta, Jawa Tengah.Untuk memperingati hari tanpa bayangan tersebut, sebanyak 1.000 roket air dilepaskan ke udara di komplek Ponpes Assalaam, Surakarta. Acara peluncuran roket air ini dilakukan oleh para santri Ponpes Assalaam untuk menyosialisasikan fenomena alam “hari tanpa bayangan” kepada siswa dan masyarakat.Sugeng mengatakan, hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu tanggal 1 Maret pada  pukul 11.49 WIB dan tanggal 13 Oktober pukul 11.21 WIB. “Fenomena seperti ini sangat penting, tetapi masyarakat banyak yang belum tahu,” kata dia.Kenapa fenomena itu disebut penting? Karena hari tanpa bayangan juga menjadi penanda waktu salat zuhur. “Ini menjadi parameter untuk menentukan waktu salat zuhur. Semua waktu salat akan diketahui jika penentuan waktu zuhur sudah diketahui,” ujar Sugeng.

2. http://www.iannnews.com/gadget_technology-2569-peringati-hari-tanpa-bayangan-1000-roket-air-diluncurkan

Peringati Hari Tanpa Bayangan, 1.000 Roket Air Diluncurkan


Jumat, 1 Maret 2013

(IANNnews) Jakarta – Hari ini, Jumat 1 Maret 2013, ada fenomena alam yang hanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni hari tanpa bayangan. Pada hari ini pukul 11.49 WIB, matahari melintas tepat di atas kepala, sehingga seakan semua benda atau materi tidak memiliki bayangan.

“Pada pukul 11.49 WIB itu, bayangan tepat berada di bawah kita, sehingga seolah-olah kita tidak punya bayangan atau bayangan kita hilang,” kata AR Sugeng Riyadi, pengasuh Kelompok Astronomi Assalaam, Pondok Pesantren Assalaam, di Surakarta, Jawa Tengah.

Untuk memperingati hari tanpa bayangan tersebut, sebanyak 1.000 roket air dilepaskan ke udara di komplek Ponpes Assalaam, Surakarta. Acara peluncuran roket air ini dilakukan oleh para santri Ponpes Assalaam untuk menyosialisasikan fenomena alam “hari tanpa bayangan” kepada siswa dan masyarakat.

Sugeng mengatakan, hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu tanggal 1 Maret pada  pukul 11.49 WIB dan tanggal 13 Oktober pukul 11.21 WIB. “Fenomena seperti ini sangat penting, tetapi masyarakat banyak yang belum tahu,” kata dia.

Kenapa fenomena itu disebut penting? Karena hari tanpa bayangan juga menjadi penanda waktu salat zuhur. “Ini menjadi parameter untuk menentukan waktu salat zuhur. Semua waktu salat akan diketahui jika penentuan waktu zuhur sudah diketahui,” ujar Sugeng. – See more at: http://www.iannnews.com/gadget_technology-2569-peringati-hari-tanpa-bayangan-1000-roket-air-diluncurkan#sthash.HG9IQ0ZJ.dpuf

3. http://www.merdeka.com/peristiwa/hari-tanpa-bayangan-santri-di-solo-luncurkan-1000-roket-air.html

Hari tanpa bayangan, santri di Solo luncurkan 1.000 roket air

Reporter : Arie Sunaryo

Jumat, 1 Maret 2013 16:03:27

Hari tanpa bayangan, santri di Solo luncurkan 1.000 roket air

KategoriPeristiwa
santri luncurkan roket. arie sunaryo©2013 Merdeka.com
Menandai fenomena hari tanpa bayangan yang terjadi di Solo, Jumat (1/3) siang, sekitar pukul 11.46 Wib, santriwan – santriwati Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, meluncurkan 1.000 roket air ke udara, tepat ketika bayangan menghilang. Roket air yang diluncurkan tersebut terbuat dari botol yang diisi air kemudian dipompa sehingga bisa meluncur ke udara sehingga airnya akan tumpah ke bawah.

Pengasuh CASA (Club Astronomi Santri Assalam) Ponpes Modern Islam Assalam Solo, AR Sugeng Riyadi, mengatakan untuk mengamati fenomena tersebut, pihaknya melibatkan sekitar 40 santri CASA, Kementerian Agama (Kemenag) Solo dan Rukhyatul Hilal Indonesia (RHI) Yogyakarta.

“Kita bisa buktikan secara sederhana, yakni dengan melakukan eksperimen jam Matahari. Caranya dengan menegakkan tongkat/spidol di sebuah meja atau bidang datar yang disinari Matahari dan kemudian mengamati bayangannya. Kalau kita berdiri di bawah matahari, bayangan kita tepat berada di bawah kita sehingga seolah-olah bayangan itu tidak ada,” ujar Sugeng kepada wartawan, di Komplek Observatorium Ponpes Modern Islam Assalam (PPMI) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Solo, Jumat (1/3).

Sementara pada pagi dan sore hari, bayangan Matahari akan tetap bisa dilihat dengan melakukan eksperimen sederhana yang sama. “Secara ilmiah, hari tanpa bayangan sering disebut sebagai Transit Utama, yakni saat Matahari berada di titik zenith sebuah tempat. Fenomena ini dapat kita saksikan setiap tanggal 13 Oktober dan 1 Maret,” tambahnya.

Selain di Ponpes Assalam, pantauan merdeka.com, fenomena alam yang terjadi hanya beberapa menit tersebut juga dimanfaatkan oleh beberapa warga, untuk membuktikan dan mengabadikan kejadian langka tersebut.

4. http://joglosemar.co/2013/03/ratusan-siswa-luncurkan-roket-air-ke-udara.html

Ratusan Siswa Luncurkan Roket Air ke Udara

Sabtu, 02/03/2013 | Filed under: Foto,Solo | Posted by: 
Memperingati Hari Tanpa Bayangan

Fenomena langka terjadi di halaman Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Apa saja yang terjadi di tempat itu hari Jumat (1/3) kemarin?

MENYAMBUT HARI TAPA BAYANGAN--Sejumlah siswi Pondok Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam bersiap menerbangkan roket saat mengikuti kegiatan Peluncura 1000 Roket Air di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pabelan, Sukoharjo, Jumat (1/3). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Tanpa Bayangan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

MENYAMBUT HARI TAPA BAYANGAN–Sejumlah siswi Pondok Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam bersiap menerbangkan roket saat mengikuti kegiatan Peluncura 1000 Roket Air di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pabelan, Sukoharjo, Jumat (1/3). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Tanpa Bayangan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Hari Kamis (28/2) kemarin, Kota Solo menikmati fenomena tahunan hari tanpa bayangan. Hari tanpa bayangan ini hanya dialami dua kali dalam satu tahun. Biasanya jatuh pada tanggal 1 Maret dan 13 Oktober.

Selain di Solo, beberapa daerah di Jawa juga mengalami. Jika di Solo dapat dinikmati pada hari Kamis, di Semarang bisa dirasakan pada hari Jumat (1/3) kemarin. Sementara di Jepara baru dapat dialami hari Sabtu (2/3), sedangkan di Yogyakarta malah telah dirasakan pada Rabu (27/2).

Hilangnya bayangan sendiri dikarenakan matahari seolah-olah transit di atas bumi karena mengalami gerak semu harian dan tahunan. Hal itu membuat, bayangan akan menghilang di siang hari atau tepatnya pada pukul 11.49 WIB. Akan tetapi pada pagi hari maupun sore hari, bayangan tetap akan muncul kembali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPT Laboratorium Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Pabelan, Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi. “Sebenarnya bukan berarti bayangan kita hilang. Akan tetapi ini merupakan fenomena alam dimana matahari tepat berada di atas kepala kita, tepat pukul 11. 49 WIB,” ujar Sugeng kepada Joglosemar, Jumat (1/3).

Untuk memperingati hari tersebut, PPMI Assalaam sendiri menggelar peluncuran seribu roket di halaman Ponpes setempat. Dari sejumlah roket tersebut terdapat lima roket utama. Roket yang diluncurkan bukanlah roket serupa yang digunakan untuk perang, akan tetapi roket dari plastik yang berisi air.

Peluncuran sendiri disiapkan mulai pukul 7 pagi WIB. Usai para siswa PPMI Assalaam dari SD hingga SMA mempersiapkan roket yang berisi air itu, maka roket pun mulai diluncurkan. Seketika halaman PPMI Assalaam pun mengalami hujan roket.

Cara kinerja, roket tersebut melayang di udara diungkapkan oleh Sugeng, karena roket bekerja akibat dari gaya tekanan udara sehingga menyebabkan roket bisa meluncur. Itu semua karena ada air yang menahan tekanan udara yang ada di tabung roket. Begitu penahannya dilepaskan, maka air akan mendorong roket ke atas. Sebagai para meter yang menentukan tingginya roket bisa terbang adalah ketepatan mengisi air dalam tabung.

Untuk pembuatan roket sendiri, salah satu santri di PPMI Assalaam, Ardiaz Fitra menceritakan bahwa pembuatan tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam seminggu, para santri di Ponpes itu mampu membuat seribu roket yang terbuat dari botol plastik kemasan air minum.

Kesulitan pembuatan roket sendiri, menurut Ardiaz saat membuat ujung roket dari kertas katon. Pasalnya harus menyamakan sisinya yang berbentuk kerucut seperti corong. “Bagian bawah untuk pemasangan pompa menggunakan pralon dengan bentuk segi empat selain rapi juga agar bisa berdiri. Untuk airnya ukuranya sepertiga dari botol minuman yang satu liter biar tinggi terbangnya,” katanya santri berusia 16 tahun itu sambil bermain roket.

Sementara Pimpinan Pondok PPMI Assalaam, Makruf Rohmad mengatakan kegiatan ini untuk melatih mental anak, juga sarana hiburan setelah belajar. Selain itu, juga mengubah pandangan terkait persepsi tentang pondok yang dikenal hanya berisi mengaji dan mengkaji kitab. “Ternyata di pondok juga ada kegiatan teknologi yang mengasyikkan seperti ini,” harapnya. Ahmad Yasin Abdullah

5. http://solorayaonline.com/2013/03/01/ponpes-assalam-luncurkan-1000-roket-air/

roket air

roket air

Sukoharjo ( Soloraya Online ) – Bertepatan dengan Hari Tanpa Bayangan, Jumat (1/3) , ratusan santriwan santriwati Ponpes Assalam melakukan aksi peluncuran 1000 roket air.

Berbeda roket dari biasanya yang mengancam keselamatan, roket air buatan santriwan dan santriwati Ponpes Assalam meluncur sangat indah. Untuk membuat seribu roket ini sendiri di butuhkan waktu selama satu bulan dan membutuhkan lebih seribu botol minuman.

Salah satu staf pengajar, Sugeng Riyadi menjelaskan, aksi tersebut merupakan aplikasi dari pelajaran yang diberikan pada santri.

“Pelajaran itu bisa kita sampaikan dengan cara dan media yang sederhana, seperti roket air yang diciptakan oleh anak anak ini.

Pembuatan seribu roket air ini memakan waktu sekitar satu bulan yang di buat langsung oleh santriwan dan santriwati. Bahan yang digunakan bukan dari bahan yang mahal namun bahan murah meriah dan sangat sederhana yakni dengan memanfaat bekas botol air kemasan.”ungkap Sugeng.

Ditambahkan Sugeng, sekaligus kegiatan ini bisa memperkenalkan santri pada dunia iptek, mekipun dimulai dari yang sederhana.

“Kami ingin tanamkan kalau belajar iptek itu sangat menyenangkan dan bisa menggunakan media yang murah dan mudah kita dapatkan”ungkapnya.

Sementara itu, Annisa, salah satu siswa kelas 10, mengaku senang dan berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Selain kegiatan positif dan menambah pengetahuan, kita jadi tahu kalau IPTEK itu ternyata bias dipelajari dengan media dan cara yang sederhana.

Dengan roket air ini kita bias tahu bagai mana system roket itu bekerja. Tentu tidak hanya roket saja, nanti akan ada inovasi inovasi lain yang akan menambah keilmuan kita.”ungkap Annisa. ( Putra Kurniawan )

6. http://muslimdaily.net/berita/teknologi/santri-pesantren-assalam-luncurkan-1000-roket.html

Santri Pesantren Assalam Luncurkan 1000 Roket

Diposting Jum’at, 01-03-2013 | 08:37:31 WIB

SUKOHARJO, muslimdaily.net –Pameran sains pelajar Muslim se-Soloraya di Pondok Pesantren Assalam, Pabelan, Sukoharjo pagi ini (Jum’at, 01/03) diawali dengan peluncuran 1000 roket air, hasil karya santri-santri Assalam. Santri di Ponpes Assalam sendiri berjumlah lebih dari 3000.

Roket yang terbuat dari botol bekas air mineral, dirancang sedemikian rupa agar bisa dimasuki air dan angin dengan tekanan tertentu, sehingga ketika katup dibuka, roket mampu meluncur 100 meter ke udara.

Selain pameran, hari ini juga akan diselenggaran lomba Matematika dan IPA se Jawa Tengah untuk tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.

Menurut staf pengajar Ponpes Assalam, AR Sugeng, pameran sains dan lomba dilaksanakan pada hari ini karena tanggal 1 Maret merupakan hari istimewa dimana matahari akan berada tepat diatas Kota Solo, sehingga hari ini disebut juga sebagai “Hari Tanpa Bayangan”.

Hari ini juga akan dilaksanakan Observasi Hari Tanpa Bayangan menggunakan Jam Matahari (sundial) sebesar dan setinggi gedung 6 lantai, tepat pada pukul 11.49 WIB.

Pameran Sains Pelajar Muslim se-Soloraya hari ini diharapkan dapat memacu para pelajar untuk mencintai ilmu pengetahuan dan lebih giat mempelajarinya.

7. http://news.liputan6.com/read/525317/video-ribuan-siswa-sukoharjo-luncurkan-roket

VIDEO: Ribuan Siswa Sukoharjo Luncurkan Roket

oleh Wahyudiono
Posted: 02/03/2013 06:57
VIDEO: Ribuan Siswa Sukoharjo Luncurkan Roket

(Liputan6 TV)

Liputan6.com, Sukoharjo : Ada fenomena alam langka yang terjadi pada Jumat 1 Maret 2013 kemarin. Yaitu jika berdiri tepat pada pukul 11.49 WIB, maka tidak ada bayangan matahari di bawahnya.

Untuk menyambut hari tanpa bayangan matahari, sebuah sekolah di Sukoharjo, Jawa Tengah menerbangkan seribu roket yang dibuat dari botol air minum.

Ribuan siswa di sekolah Pondok Assalam Sukoharjo, sebelumnya telah merakit botol-botol bekas selama 2 hari untuk dijadikan roket mainan. Setelah seluruh roket terkumpul, mereka bersiap akan meluncurkan ke udara.

Ide pembuatan peluncuran roket ini berawal dari upaya memperkenalkan kepada publik adanya fenomena alam hari tanpa bayangan matahari.

Hari tanpa bayangan matahari terjadi 2 x dalam setahun di Sukoharjo. Fenomena alam ini terjadi pada 1 Maret 2013, tepatnya pukul 11.49 dan pada Minggu 13 Oktober 2013 tepatnya pukul 11.21 menit.

Diikuti ribuan santri Pondok Sukoharjo, acara ini menambah kreatifitas siswa, sekaligus menghilangkan kejenuhan dari rutinitas belajar mengajar di kelas.

Nah kita tunggu saja saat fenomena hari tanpa bayangan di bulan Oktober nanti. Adakah tradisi unik lagi yang akan disuguhkan di pondok pesantren ini.(FIK)

8. http://video.liputan6.com/main/read/20/1123859/0/liputan6-pagi-02-03-2013-klip-4

Liputan SCTV, tayang Sabtu pagi di salah satu klip di atas.

9. http://news.detik.com/read/2013/03/01/144107/2183331/10/sambut-hari-tanpa-bayangan-santri-di-solo-luncurkan-seribu-roket-air

Sambut ‘Hari Tanpa Bayangan’, Santri di Solo Luncurkan Seribu Roket Air

Muchus Budi R. – detikNews
Solo – Hari ini, Jumat (1/3/2013) tepatnya pukul 11.49 WIB, adalah hari yang terhitung hari istimewa bagi warga Solo dan sekitarnya. Sebuah fenomena alam yang hanya datang dua kali dalam setahun, mendatangi Kota Solo. Fenomena alam itu adalah hari tanpa bayangan karena matahari persis di atas Kota Solo dan sekitarnya.
Fenomena alam tersebut memang bukan sesuatu yang selalu menjadi perhatian. Selain karena selalu datang sebanyak dua kali dalam setahun, peristiwa tersebut juga tidak banyak mempengaruhi situasi atau kondisi alam. Karena itu tak banyak yang terlihat meluangkan waktu untuk memperhatikan fenomena tersebut.Lain halnya dengan santri di Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo. Sejumlah santri yang mengikuti kegiatan pendalaman ilmu falak yang tergabung Club Santri Astronomi Assala (CASA), melakukan kegiatan khusus menyambut peristiwa yang sering disebut sebagai hari tanpa bayangan karena matahari berada tepat di atas kepala.”Fenomena hari tanpa bayangan itu terjadi pukul 11.49 WIB. Bayangan kita tepat berada di bawah kita sehingga seoalah-olah bayangan itu tidak ada,” ujar pengasuh CASA, AR Sugeng Riyadi.Para santri Assalam berinisiatif menyambut hari khusus tersebut dengan meluncurkan sebanyak seribu roket air ke udara tepat ketika bayangan menghilang. Adapun yang disebut roket air itu adalah botol yang diisi air yang kemudian dipompa sehingga bisa meluncur ke udara sehingga airnya akan tumpah ke bawah.Setelah itu, para santri langsung menuju masjid untuk mengerjakan sholat Jumat, karena ketika matahari tepat di atas kepala itu berarti sudah masuk waktu Zuhur.

Sugeng lebih lanjut mengatakan peristiwa yang sama, yaitu matahari tepat di atas Solo dan sekitarnya, akan kembali terulang di Solo pada 13 Oktober mendaang pada pukul 11.21 WIB.

10. http://www.solopos.com/2013/03/02/luncurkan-roket-air-2-384102

LUNCURKAN ROKET AIR

Sabtu, 2 Maret 2013 07:00 WIB | Maulana Surya/JIBI/SOLOPOS | Dilihat: 303 Kali

Siswa yang tergabung dalam Club Astronomi Santri Assalam (CASA) Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam, Solo, Jumat (1/3/2013), meluncurkan 1.000 roket air di halaman pondok pesantren setempat. Kegiatan itu diselenggarakan untuk menyambut fenomena hari tanpa bayangan di soloraya yang digunakan untuk menentukan waktu sholat bagi umat islam.

11. Seputar Indonesia – RCTI:

~~~~~

Galery Kegiatan:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: