Penyebab Perbedaan Awal Bulan Ramadan dan Idul Fitri

Kegiatan rukyah hilal di Observatorium Assalam, Sukoharjo

Kegiatan rukyah hilal di Observatorium Assalam, Sukoharjo

Pada ramadhan ini umat islam di Indonesia kembali dihadapkan kepada kenyataan perbedaan awal bulan ramadhan. Pada tahun lalu masyarakat muslim Indonesia dihapkan pada perbedaan idul fitri. Setahu saya perbedaan seperti itu hanya terjadi di Indonesia. Di tulisan ini saya berusaha berbag ipengetahuan dan pengalaman saya tentang penentuan awal bulan hijriyah.

Perhitungan bulan hijriyah didasarkan pada peredaran (fase) bulan. Fase bulan bisa juga dikatakan sebagi keadaan bulan.Kita terkadang melihat bulan dalam keadaan penuh, tapi juga kadang bulan hanya tampak seperti huruf C. Terkadang bulan tampak di malam hari, tapi terkadang juga tampak di siang hari. Itulah yang disebut peredaran bulan.

Pada Gambar 1 dapat kita lihat bahwa pada tanggal 1 Juli bulan hanya tampak kecil. Semakin bertambah hari, bulan semakin tampak kecil dan pada akhirnya yaitu tanggal 8 Juli, bulan tidak tampak sama sekali. Setelah tanggal 8 Juli semakin hari bulan semakin tampak terang begitu seterusnya hingga puncaknya tanggal 23 Juli bulan tampak penuh (bulan purnama). Setelah tanggal 23 Juli bulan kembali tampak mengecil hingga akhirnya pada tanggal 7 Agustus bulan tidak terlihat. Satu bulan menurut kalender hijriyah adalah jumlah hari sejak bulan tampak kecil, kemudian membesar, kemudian tampak mengecil lagi dan akhirnya menghilang.

Gambar 1 Fase bulan berdasar kalender masehi (Sumber: Starry Night Pro 6.4.3; Lisensi milik AR Sugeng Riyadi, S.Pd.)

Gambar 1 Fase bulan berdasar kalender masehi (Sumber: Starry Night Pro 6.4.3; Lisensi milik AR Sugeng Riyadi, S.Pd.)

Selain berakibat pada penampakan bulan, siklus peredaran bulan juga berakibat pada posisi bulan, khususnya ketinggian (altitude). Dalam astronomi, altitude dinyatakan dalam satuan derajat. Ketinggian nol derajat adalah ketika benda langit berada di kaki langit dan ketinggian 90 derajat adalah ketika benda langit berada tepat di atas kepala.

Jika dilihat dari bumi, peredaran bulan sama seperti peredaran matahari. Bulan terbit dari timur dan tenggelam di barat. Pada jam yang sama, setiap hari posisi bulan bergerak ke barat sekitar 12 derajat sehingga pada jam yang sama seakan bulan bergerak mengelilingi bumi. Simulasi posisi bulan di Sukoharjo pukul 18.00 WIB pada beberapa tanggal ditabulasikan pada Tabel 1.

Tabel 1

Gambar 2 Foto hilal awal rajab 1433 H (Oleh: AR Sugeng Riyadi)

Gambar 2 Foto hilal awal rajab 1433 H (Oleh: AR Sugeng Riyadi)

Bulan baru adalah saat dimana bulan tampak pertama kalinya setelah diatidak tampak sama sekali. Penampakan bulan baru sangatlah tipis (Lihat Gambar 2) dan orang sering menyebutnya sebagai hilal. Posisi hilal pada saat matahari terbenam (sunset) ada di sebelah barat. Posisi hilal pada saat matahari terbenam bervariasi dari bulan ke bulan. Terkadang bulan berada di dekat matahari, dan terkadang berada jauh dari matahari. Semakin dekat posisi bulan terhadap matahari, maka semakin sulit pula bulan dapat terlihat. Terlebih bentuk bulan baru sangatlah tipis. Simulasi posisi hilal selama beberapa tahun ditampilkan pada Tabel 2.

Tabel 2

Pergantian hari pada kalender hijriyah berbeda dengan kalender masehi. Pada kalender masehi pergantian hari dimulai pada pukul 00.00. Sedangkan pada kalender hijriyah, pergantian hari dimulai pada saat matahari terbenam. Jadi,apabila ketika pada saat matahari terbenam hilal sudah tampak atau sudah memenuhi kriteria awal bulan hijriyah maka pada saat itulah terjadi pergantian bulan. Perbedaan awal Ramadhan dan Idul fitri di Indonesia terjadi lebih condong dikarenakan tidak adanya kesepakatan kriteria awal bulan, bukan antara hisab dan rukyah. Kriteria awal bulan adalah kriteria posisi bulan pada saat matahari terbenam yang mana ketika posisi bulan sudah memenuhi kriteria tersebut maka terjadilah pergantian bulan. Kriteria awal bulan yang masyhur di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3Potensi perbedaan awal Ramadhan dan Idul fitri akan terus ada jika tidak ada penyatuan kriteria. Dari Tabel 3 di atas dapat kita lihat bahwa perbedaan akan terjadi jika ketinggian hilal lebih dari 0 derajat tapi kurang dari 2 derajat (0 > hilal < 2). Pada Tabel 4 ditampilkan perbandingan antara kriteria wujudul hilal dengan imkanur rukyah. Keterangan OK menunjukkan bahwa posisi bulan memenuhi kriteria sedangkan NOT OK menunjukkan bahwa posisi bulan tidak memenuhi kriteria. Awal bulan akan terjadi bersama-sama jika kedua kriteria sama-sama OK atau sama-sama NOT OK.

Tabel 4Hingga saat ini upaya penyatuan kriteria masih terus diusahakan. Sembari para pemangku kepentingan berdiskusi untuk penyatuan kriteria, sebagai masyarakat awam tidak ada salahnya mengetahui penyebab terjadinya perbedaan sehingga dapat bersikap dengan bijaksana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: