Kunjungan dari BHRD dan DPU Kabupaten Tegal

BHRD dan DPU Tegal ke CASA

BHRD Tegal ke CASA

Pada Jum’at, 28 November 2014 Tim dari BHRD dan Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Pariwisata kabupaten Tegal berkunjungan ke Observatorium CASA di PPMI Assalaam. Kunjungan ini dalam rangka melakukan studi lapangan sebagai bahan pertimbangan membangun anjungan rukyat hilal di Tegal.

Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono ternyata memiliki kepekaan tinggi terhadap ilmu falak. Terbukti beliau memutuskan akan membangun Menara yang khusus dipakai untuk rukyat hilal dan juga menjadi tujuan wisata edukasi di kabupaten Tegal.

Catatan bebas lepas ust Darmawan di FB pribadinya (Darmawan Rhs):

Klo ziarah wali itu namanya wisata religi

Klo k pantai, itu wisata air
Klo k museum, itu wisata intelektual

Jumat pagi ada pesan singkat masuk, “ada tamu dr Tegal”

CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) sudah biasa kedatangan tamu, umumnya mahasiswa/i ilmu falak atau para pegiat falak, tapi kali ini yg dtg adalah pejabat pemerintah, yaah walopun cuman setingkat kabupaten, tp tetap saja “pejabat” (org yg menjabat)

Kunjungan 1 tim yg terdiri dr 7 org ini ternyata bertujuan untuk survey/studi banding, ad yg dr Dinas Pariwisata, PU, BHRD dn konsultan pemerintah, karena Bupati Tegal yg sekarang memiliki interest dlm bidng astronomi, sampai2 ingin membangun menara hilal

“Ustadz, menara hilal tu kayak apa sih?” Tanya salah satu ank CASA
“Hmmm…mungkin kayak lighthouse gt”

“Mercusuar?”
“(( A N G G U K 2 ))”

Ternyata Bupati Tegal ini adl dalang, nah lhoh dalang aja punya ketertarikan dlm hal astronomi . . .

“Eh mas, bener ndk, katanya orng yg mempelajari ilmu falak itu bakal bisa menghitung kapan daun jatuh dan kapan buah itu jatuh?” Tanya salah seorang anggota tim, sang konsultan

1 detik
2 detik
mikirin jawabannya
apa bener y?
3 detik
Blm pernah denger, anak2 CASA jg celingukan ndk ad yg tau
4 detik
5 detik, CLING!

“Oo y mungkin pak, karena klo belajar ilmu falak, bisa menghitung kapan musim kemarau (baca : daun jatuh), kapan musim buah (baca : buah jatuh)” mencoba menalar

“Hmm bukan, bukan itu, ini beneran kapan jatuhnya daun, namanya ilmu laduni, itu bapaknya yg pakai pecis punya ilmu laduni” sambil menunjuk temannya yg sdg berkeliling observatorium

“Hoooo”

Begitulah diskusi singkat d sela2 kunjungan yg menjadikan Observatorium ini sbg acuan pendirian Menara Hilal d kota Tegal

Klo suatu saat sdh berdiri Menara Hilalnya, ingatlah Observatorium Assalaamnya Pakar Fisika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: