Memotret Objek Langit

Orion Nebula - CASA Assalaam Observatory

Nebula Orion

Foto nebula di atas sangatlah indah. Namun siapa sangka bahwa memotret objek langit seperti itu bisa kita lakukan dengan sederhana. Objek langit di malam hari sangatlah indah. Bukan hanya bintang beterbaran di langit, namun objek-objek yang “tersembunyi” tidak kalah indahnya. Namun untuk dapat menikmati objek tersebut kita perlu sedikit usaha. Berikut adalah trik jitu agar kita bisa menikmati objek langit yang “tersembunyi” itu.

Untuk dapat menikmati objek tersebut kita biasanya memerlukan dua alat bantu yaitu teleskop dan kamera digital. Kamera digital berfungsi menggantikan mata kita sebagai detektor cahaya. Langkah pertama adalah pengaturan teleskop. Berikut adalah cara-cara mengatur teleskop. Dalam hal ini saya menceritakan cara penggunaan teleskop GOTO.

1. Memasang seluruh komponen teleskop termasuk kamera

2. Melakukan proses balancing (penyeimbangan) agar teleskop bekerja dengan optimal. Suatu teleskop sudah balance apabila pergerakannya ke segala arah memiliki beban yang sama.

3. Mengarahkan ke objek langit yang terang untuk alingment. Pertama kali dipasang, terkadang teleskop tidak langsung mengarah ke objek yang kita harapkan. Itu disebabkan pemasangan awal yang kurang tepat.

4. Mencari fokus kamera. Ketika objek sudah berada di bidang pandang teleskop, mungkin objek belum tampak fokus. Kita perlu mengatur fokus hingga objek yang tampil di layar kamera terlihat fokus (paling kecil ukurannya). Ketika ingin memotret benda langit lainnya kita tidak perlu mengatur ulang fokusnya karena fokus seluruh benda langit sama.

Setelah teleskop selesai dipasang dengan baik. Langkah berikutnya adalah mengarahkan teleskop ke objek yang ingin kita potret. Untuk mengetahui objek yang ingin kita potret, kita bisa mengandalkan software Starry Night Pro atau software-software astronomi lainnya.

Saya pribadi lebih familiar dengan Starry Night Pro. Ketika teleskop sudah mengarah ke objek yang kita inginkan, biasanya objek tersebut tidak dapat dilihat dengan mata. Kita potret saja objek tersebut dengan pengaturan ISO dan exposure time yang tinggi. Semakin tinggi exposure time maka hasil yang diperoleh biasanya semakin bagus.

Biasanya saya menggunakan ISO 1250 atau 1600 dan exposure time 30 detik. Biasanya, setelah dipotret akan tampil objek tersebut meski terkadang masih tidak begitu jelas. Jika objek masih kurang tengah maka kita perlu meggerakkan teleskop secara manual sehingga objek berada di tengah medan pandang kamera.

Jika objek sudah berada di tengah medan pandang maka kita perlu melakukan pemotretan sebanyak beberapa kali sehingga kita memiliki banyak frame berisi objek tersebut. Begitu kita sudah memiliki banyak frame, kita tinggal oleh frame-frame tersebut dengan metode stacking agar objek terlihat semakin indah. Cara stacking akan dijelaskan pada tulisan yang lain.

Satu Tanggapan

  1. […] Cara memotret panenan tersebut bisa dibaca pada link ini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: