Istiwaa Solo Raya 13 Oktober 2015

Istiwa SoloRaya

Istiwa SoloRaya

Istiwaa adalah mashdar dari akar kata sawaa – yastawii – sawaa’un yang artinya Sama Dua Sisi. Ketika dua buah benda dibagi sama rata akan menjadi dua bagian, maka pembagian itu menghasilkan benda yang sama (sawaa’un). Istiwaa dalam istilah ilmu falak adalah peristiwa di mana posisi Matahari sedang melintasi tepat di atas kepala atau Matahari sedang melintasi titik Zenith. Nah, untuk koordinat kota Solo, maka fenomena itu terjadi pada setiap 1 Maret dan 13Oktober. Hal yang sama juga terjadi pada 13 Oktober 2015.

Istiwa Solo Raya, 1 Maret 2015:

Berikut ditayangkan lagi postingan pada Istiwaa Solo Raya pertama 2015 lalu …

Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan Hari Tanpa Bayangan atau No Shadow Day. Fenomena pada tanggal 1 Maret 2015 oleh CASA diamati di dua lokasi berbeda: markas CASA di Assalaam Observatory dan di Masdjid Tegalsari Laweyan Surakarta.

Di Observatorium CASA di PPMI Assalaam, fenomena ini diamati oleh Aziz Fajar N dan Muammar Zaky Khatami dipandu oleh ustadz Purnomo dan Pak Triyanto. Hasilnya matahari benar2 melintasi titik Zenith terlihat dari foto yang berhasil diabadikan. Namun, karena saat puncak istiwaa langit Solo tertutup awan, maka sinar Matahari tidak dapat dilihat, dan baru sekitar 4 menit baru bisa diamati saat Matahri sedang tidak tertutup awan.

Cahaya matahari dari lantai 6 melintasi dilantai 1

Cahaya matahari dari lantai 6 melintasi dilantai 1

Hal serupa juga terjadi di Madjid Tegalsari komplek Perguruan (SD) Takmirul Islam. Pengamatan dilakukan oleh ust AR dan Ust Darmawan RHS dan juga ada mas Ichan Sany dari Ichan Observatory Solo. Pada saat puncak dimana Matahari akan melintasi titik Zenit dan sinarnya dapat terlihat di titik tengah Bencet (Sundial) di serambi selatan Madjid matahari sedang tertutup awan, akhirnya foto baru didapat sekitar 5 menit pasca istiwaa.

Sundial/Bencet Masjid Tegalsari

Sundial/Bencet Masjid Tegalsari

Dari observasi kali ini dihasilkan bahwa Jam Istiwa di Masdjid Tegalsari terlalu cepat sekitar 2 menit. Mestinya selisih antara Jam Digital dengan Jam Istiwa sekitar 11 menit menurut perhitungan astronomis, namun dari lapangan didapatkan selisih hanya 9 menit. Hal ini memang tidak berpengaruh besar pada saat adzan Dhuhur karena sudah ada ikhtiyaat meski hanya 2 menit. Sepertinya pohak takmir kesulitan melakukan keliberasi krn awan solo beberapa hari ini selalu berawan bahkan sering juga kalau selepas pagi hujan.

 Selisih Jam Istiwa-iPhone : 9 menit

Selisih Jam Istiwa-iPhone : 9 menit

reff: istiwaa Solo Raya 1 Maret 2015

Istiwa Solo Raya 13 Oktober 2015:

Pada Selasa, 13 Oktober 2015 ini ust AR sedang bertugas menghadiri undangan di Kantor Kemenag Kab Sukoharjo dalam rangka Rapat BHRD pra-pengukuhan. Selepas rapat, bersama Ketua BHRD -Bapak Nur Syahid, S.Ag.,- Kab Sukoharjo, disempatkan untuk mengamati fenomena Istiwa Solo Raya ini tepat pada jam 11:21 WIB, dan ternyata Spidol yang didirikan di atas keramik, bayangannya “tidak ada”.

Bayangan tepat di bawah Spidol

Bayangan tepat di bawah Spidol

Pada saat terjadi fenomena ini,seolah ummat Islam yang sedang berada di Masjidil Haram di Mekkah sedang meihat Matahari sekitar pukul 07:21 Waktu Mekkah, dan semua bayangan benda vertikaldi Mekkah saat itu sedang menuju ke arah koa SoloRaya.

Andai, Ka’bah itu ditempat Allah SWT di Suoharjo-misalnya; maka pada tgl 13 Oktober 2015 tepat pukul 07:21 Waktu Mekkah, atau 11:21 WIB, adalah saat yang tepat dan akurat menentukan arah kibat…(andai kataaaa..:-) ).

Nah, karena Ka’bah itu di kota Mekkah, dan Matahari melintasi kota mekkah pada 28 Mei dan 16 Juli, waktu setempat ketika Matahari melintasi zenith di Mekkah, maka ummat islam di Solo Raya untuk menentukan kiblat ya pada tgl 28 Mei sekitar pukul 16:18 WIB dan 16 Juli sekitar pukul 16:27 WIB.

SunCal:

Salah satu Aplikasi yang bisa dipakai untukmengetahui kapan dan dimana posisi Matahari di muka Bumi ini adalah SunCal. Berikut salah satu contoh penerapannya untuk kasus Istiwaa Solo Raya, tgl 13 Okt 2015:

http://suncalc.net/#/-7.5534,110.7712,17/2015.10.13/11:21

Preview nya sbb:

Tampilan SunCal untuk Istiwaa Solo Raya

Tampilan SunCal untuk Istiwaa Solo Raya

Algoritma Istiwaa:

Bila hoby nguprek rumus2, algoritma untuk menghitung posisi Matahari dapat diakses di sini:

http://www.pveducation.org/pvcdrom/properties-of-sunlight/suns-position

Manfaat Istiwaa:

Bagi ummat Islam, salah satu manfaat fenomena ini adalah untuk mengecek apakah awalwaktu Dhuhur sudah akurat atau belum. Caranya, begitu ssaat Istiwaa terjadi, maka mestinya awal waktu Dhuhur adalah setelah 4 menit kemudian. Hal ini sesuai kesepakatan standar ihtiyat Dhuhur yakni waktu istiwaa ditambah 4 menit. Nah, bila pas Istiwaa kok ada yang adzan Dhuhur, berarti adzan itu terlalu dini. Atau misal sebelum istiwaa ada yang adzan, maka itu pasti ‘kecepeten” … hmmm

 

#mugimanfaat

Satu Tanggapan

  1. […] Observasi Istiwa Solo Raya terbaru di : Istiwaa Solo Raya by CASA […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: