Rukyat Hilal Muda Shafar 1437 H

Rukyat Shafar 1437 H

Rukyat Shafar 1437 H

Setelah pengamatan “Old Crescent” sebagai tanda akhir bulan Muharram 1437 H pada tanggal 10 dan 11 Nopember 2015, pengamatan dilanjutkan untuk hilal awal bulan “New Crescent” Shafar 1437 H pada 12 dan 13 Oktober 2015 di Observatorium CASA dan lokasi lain. Tinggi Hilal pada tanggal 12 Oktober 2015 sudah di sekiar limit Danjon. CASA menggelar rukyat hilal Shafar 1437 H pada Kamis dan Jum’at, tgl 12 dan 13 Nopember 2015 di Observatorium CASA.

Hasil Rukyat Hilal Awal bulan Shafar 1437 H (12 Nopember 2015):

Rukyat kali ini dilakukan CASA Putra dibimbing ust Darmawan dan ust Ichsan Sani di Anjungan CASA. Hasilnya gagal karena langit barat mendung tebal. Matahari sempat terlihat beberapa detik di sela2 awan sekitar 10 menit sebelum terbenam.

Matahari sudah tertutup awan dan tidak terlihat hingga terbenam. Selepas Matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB, langit barat dipenuhi awan gelap, dan Hilalgagal teramati hingga Bulan terbenam pada 18:06 WIB. Usai shalat maghrib berjamaah acara obrolan seputar hilal anak2 CASA bersama ust Ichsan Sani.

Ufuk barat berawan

Ufuk barat berawan

Sempat lihat Matahari

Sempat lihat Matahari

Demikian, laporan rukyat hilal penentuan awal Shafar 1437 H dari Anjungan CASA, Observatorium Assalaam. Hilal gagal terlihat.

Nah, kalau begitu kapan tanggal 1 Shafar 1437 H?

  1. Sesuai kriteria Wujudul Hilal, maka tgl 1 Shafar 1437 H = Kamis, 12 Nopember 2015 selepas maghrib; karena Hilal sudah wujud.
  2. Sesuai kriteria Imkan Rukyat, maka tgl 1 Shafar 1437 H = Kamis, 12 Nopember 2015 selepas maghrib; karena Hilal sudah imkan.
  3. Sesuai kriteria Rukyat Hilal Hakiki, maka tgl 1 Shafar 1437 H = Jum’at, 13 Nopember 2015 selepas maghrib; karena Hilal belum terlihat sehingga istikmal.

Lho bukannya tgl 12 Nop 2015 sebelum sunset ini sesuai dengan tanggal 30 Muharram 1437 H ? Iya, versi hisab WH dan IR. Tetapi versi Rukyat Hilal Hakiki, pada tanggal 12 Nop 2015 sebelum sunset adalah masih tanggal 29 Muharram 1437 H, karena tanggal 13 Okt 2015 saat rukyat hilal penentuan awal Muharram 1437 H status Hilal Tidak Terlihat (sumber), sehingga bulan Dzulhijjah 1436 H diistikmalkan menjadi 30 hari dan tgl 1 Muharram 1437 H jatuhnya pada Kamis Pahing tgl 15 Oktober 2015 (atau tepatnya, Rabu Legi, tgl 14 Oktober 2015 selepas maghrib).

Nah, berdasar data ICOP ini, maka tanggal 12 Nop 2015 sebelum sunset adalah masih tanggal 29 Muharram 1437 H. Nah, karena Hilal pada rukyat tgl 12 Nop 2015 ini gagal alias Tidak Terlihat, maka tanggal 1 Shafar 1437 H versi RHH akan jatuh pada Jumu’ah Legi tgl 13 Nop 2015 selepas maghrib (bahasa awamnya, tgl 14 Nop 2015).

Laporan Hasil Rukyat Tim CASA:

Hasil Rukyat Hilal Awal bulan Shafar 1437 H (13 Nopember 2015):

  1. Bandung dan sekitarnya, langit gelap disertai hujan deras bahkan banjir (Azifah)
  2. Pogung Dalangan – Sleman, cerah dengan sedikit berawan (Rafieiy)
  3. Observatorium Assalaam – Sukoharjo, berawan tipis (Darmawan & Ichsani)

    ufuk barat berawan

    ufuk barat berawan

  4. Cilacap, langit mendung disertai hujan rintik-rintik (Indri)
  5. Malang, langit mendung setelah diguyur hujan (Nor Fathin)
  6. Juwiring – Klaten, hilal terlihat setelah matahari terbenam (Ust AR Sugeng Riyadi)
    hilal terlihat di Juwiring

    hilal terlihat di Juwiring

    Hilal 1 Shafar 1437 H

    Hilal 1 Shafar 1437 H

    Laporan juga dimuat di ICOP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: