Rukyat Hilal Muda Ramadhan 1437 H

Rukyat Hilal Ramadhan 1437 H

Rukyat Hilal Ramadhan 1437 H

Setelah pengamatan “Old Crescent” sebagai tanda akhir bulan Sya’ban 1437 H pada tanggal 03 dan 04 Juni 2016, pengamatan dilanjutkan untuk hilal awal bulan “New Crescent” Ramadhan 1437 H pada 05 dan 06 Juni 2016 di Observatorium CASA dan lokasi lain. Tinggi Hilal pada tanggal 05 masih di bawah limit Danjon, dan perukyat CASA gagal melihat meski kondisi langit barat banyak celah.

Laporan sudah dimuat di ICOP:

أندونيسيا

1 . وقت الرصد: بعد غروب الشمس. لم تتم رؤية الهلال: ذكر عضو المشروع السيد سوجنج رياضي من مدينة Surakarta في محافظة Central Java ان السماء (نسبة الغيم) كانت غائمة جزئيا والحالة الجوية كانت صافية ولم تتم رؤية الهلال بالعين المجردة ولم تتم رؤية الهلال بالمنظار ولم تتم رؤية الهلال بالمرقب ولم تتم رؤية الهلال باستخدام السي سي دي كاميرا
وقال عضو المشروع السيد سوجنج  رياضي "The New (Waxing) Crescent of Ramadhan 1437 AH was NOT SEEN on Sunday, 05 June 2016 from Assalaam Observatory, The Modern Boarding Schoolof Islam ASSALAAM, Pabelan Kartasura Sukoharjo - Surakarta Central Java Indonesia.

This event was attended by the director of PPMI Assalaam, Ustadz Dr. H. Uripto M. Yunus, M.Ed., and his official staffs, Team of URAIS Kemenag (ministry of religious affairs) for Sukoharjo, Boyolali and Surakarta, and moslems in Solo Raya.

Based on the reports from several observation places such as Gresik, Bangkalan Madura, Bojonegoro and Jombang, the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia in the Sidang Isbath decided that Ramadhan 1st, 1437 A.H starts on Monday June 6th, 2016.
"

Liputan Media Massa:

1. Viva (http://www.viva.co.id/ramadan2016/read/781140/masyarakat-solo-nobar-hilal-di-observatorium).

arsugengriyadi-pakarfisika-ppmi-assalaam-5754163b2a8d2-petugas-sedang-mengamati-teleskop_663_382

Petugas sedang mengamati teleskop

VIVA.co.id – Masyarakat beramai-ramai mendatangi acara nonton bareng (nobar) pantauan hilal di Observatorium milik Pondok Pesantren Assalam Solo pada Minggu, 5 Juni 2016. Acara nobar yang dipusatkan di lantai enam bangunan komplek Pondok Pesantren Assalam, dan disediakan sebanyak lima teleskop digital serta manual.

Pengasuh Observatory Assalam, AR Sugeng Riyadi, mengatakan bahwa acara nobar pantauan hilal dihadiri oleh sejumlah utusan dari Kementerian Agama di wilayah eks Karesidenan Surakarta, para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat umum. Mereka berdatangan ke observatorium sejak pukul 16.00 WIB.

“Biasanya ada sekitar 150 orang yang ikut hadir untuk mengikuti acara nobar rukyatul hilal di CASA Assalam,” kata dia di Observatory CASA, Minggu, 5 Juni 2016.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk nobar pantauan hilal disediakan sebanyak lima teleskop yang terdiri dari dua teleskop digital serta tiga teleskop manual.

“Satu teleskop digital diletakkan di observatorium. Itu merupakan yang paling canggih. Sedangkan empat sisanya ada di sisi utara untuk peserta laki-laki, serta sisi selatan untuk peserta perempuan,” ujarnya.

Menurut dia, puncak pengamatan hilal akan dilakukan setelah matahari tenggelam. Sedangkan yang dilakukan saat ini merekam pergerakan matahari dengan menggunakan teleskop inti.

(ren)

2. Liputan6 (http://ramadan.liputan6.com/read/2524069/tentukan-1-ramadan-pesantren-ini-gelar-nobar-rukyatul-hilal)

Petugas Observatorium Assalam, Solo, Jawa Tengah sedang menggunakan teleskop, Minggu (5/6/2016). (Liputan6.com/Reza Kuncoro)

Petugas Observatorium Assalam, Solo, Jawa Tengah sedang menggunakan teleskop, Minggu (5/6/2016). (Liputan6.com/Reza Kuncoro)

Liputan6.com, Jakarta – Observatorium Pondok Pesantren Assalam, Solo, Jawa Tengah menggelar acara nonton bareng (nobar) untuk melihat hilal sebagai penentu tanggal 1 Ramadan tahun ini. Acara nobar tersebut digelar di lantai 6 gedung komplek Pondok Pesantren Assalam.

Pantauan Liputan6.com, puluhan peserta nobar sudah berdatangan sejak pukul 16.00 WIB di Observarotium Club Astronomi Santri Assalam (CASA). Selain dari para santri, peserta nobar berasal dari sejumlah utusan dari Kantor Kementerian Agama di wilayah Solo Raya, pengurus pondok pesantren serta masyarakat umum.

Pengasuh Observatorium CASA Sugeng Riyadi mengatakan, untuk kegiatan nobar rukyatul hilal di Observatorium Assalam disediakan sebanyak 5 teleskop yang terdiri dari dua teleskop digital serta tiga teleskop manual.

Pengamatan hilal telah dimulai dilakukan mulai pada pukul 16.35 WIB. Hanya saja puncak untuk penghilatan hilal akan dilakukan setelah matahari terbenam.

“Ini teleskop digital terus merekam untuk melihat hilal. Keputusan akan dilihat setelah magrib nanti,” kata Sugeng di Observatory Assalam, Solo, Minggu (5/6/2016).

Lebih lanjut dia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir dalam rukyatul hilal di Observatory Assalam diperkirakan mencapai 150 orang. ‎Mereka berasal dari Kementerian Agama wilayah Solo Raya, para santri dan masyarakat umum.

“Biasanya setiap kali melakukan rukyatul hilal jumlah peserta yang hadir minimal 150 orang,” sebut Sugeng.

3. Metro TV:

arsugengriyadi-metrotv-pakarfisika-fahmiamhar

Berikut Galery:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: