CASA Rilis Majalah Samāwāt

Kover Majalah Samawat

Santri Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) merilis majalah edisi perdana bernama “Samāwāt”. Rilis majalah dilaksanakan bersamaan dengan rukyat hilal Ramadhan 1439 H yang bertepatan pada Selasa (15/5/2018) di Observatorium Assalaam. Nama majalah ini berdasarkan saran Ustadz AR Sugeng Riyadi selaku pendiri CASA. Kata Samāwāt secara bahasa bermakna segala sesuatu yang berada diatas Bumi. Baca lebih lanjut

Iklan

Sun at the northern solstice.

Matahari di ujung utaraHari ini, adalah Summer Solstice @ 06:59 WIB (Geosentris). Summer Solstice adalah saat matahari berada di titik paling Utara atau sering disebut sebagai Tropic of Cancer yaitu garis paralel 23º 27’ di Utara ekuator Bumi. Hari ini siang paling panjang di Belahan Utara dan paling pendek di Selatan. Dan perhatikan serta amati, posisi matahari akan mulai bergeser lagi ke Selatan.

Baca lebih lanjut

Rekap Kasus “Hilaal Salah Lihat”

Rekapitulasi Kasus “Hilaal Salah Lihat” yang terjadi di Saudi Arabia, Jordania dan Indonesia.

Didasarkan pada wawancara Dr. Moh. Odeh pada program Bila Hoodod di Al Jazeera TV, 2 Januari 2008 lalu serta paper Prof. M. Ilyas (1994) dan Dr. T. Djamaluddin (2000). Beberapa istilah yang digunakan :

Baca lebih lanjut

Tafawut Qiblat masjid Assalaam

tafawuth_qibla_assalaam_pakarfisika.jpg

Baca lebih lanjut

Tafawut Masehi Hijriyah

Tafawut Masehi – Hijriyah yaitu selisih antara penanggalan Masehi dan Hijriyah. Ketentuannya bahwa penanggalan Masehi lebih dulu 227016 hari daripada penanggalan Hijriyah.

Adapun perhitungannya sebagai berikut :
Tanggal 1 Muharram tahun 1 Hijriyah bertepatan pada hari Jum’at Legi tanggal 16 Juli 622 M (didasarkan pada rukyatul hilal). Karena meskipun irtifa’ hilal pada hari Rabu Wage tanggal 14 Juli 622 Masehi sudah mencapai lebih dari 5 derajat pada saat ghurub, hilal tidak dapat dilihat. Akan tetapi ada yang berpendapat bahwa 1 Muharram tahun 1 Hijriyah bertepatan pada hari Kamis Kliwon tanggal 15 Juli 622 Masehi (didasarkan pada hisab).

1 Muharram 1 H = 16 Juli 622 M
16 Juli 622 M = 621 tahun + 6 bulan + 15 hari
621 tahun = 466 tahun x 365 hari = 170090 hari (tahun Basithah)

155 tahun x 366 hari = 56730 hari (tahun Kabisat)
6 bulan (Januari–Juni) = 181 hari
15 hari = 15 hari

Jumlahnya –> (170090+56730+181+15) hari

Jadi Jumlah Tafawut Masehi-Hijriyah = 227016 hari

Anggaran Gregorius (10+3)

Penyesuaian anggaran Gregorius sebanyak 10 hari sejak 15 Oktober 1582 Masehi dilakukan oleh Paus Gregorius XIII atas saran Klafius (ahli perbintangan).

Pada tanggal 4 Oktober 1582 Paus Gregorius XIII memerintahkan agar keesokan harinya tidak dibaca 5 Oktober 1582 M, melainkan harus dibaca 15 Oktober 1582 M dan ditetapkan bahwa peredaran matahari dalam satu tahun 365.2425 hari, sehingga ada ketentuan baru, yaitu angka tahun yang tidak habis dibagi 400 atau angka abad yang tidak habis dibagi 4 adalah tahun Basithah (365 hari). Serta menetapkan bahwa tahun kelahiran Isa al-Masih dijadikan sebagai tahun pertama.

Baca lebih lanjut

Koreksi RHI

Berikut tulisan Pak Ma’rufin DP JAC dan RHI Kebumen, setelah mengumpulkan data selama satu tahun (2007). Tulisan ini telah di muat di beberapa Milis Astronomi, Falak, dan sejenisnya:

Alhamdulillah, setelah rada lama dikumpulkan dan
dikutak – katik, akhirnya bisa juga ditabulasikan data
hasil pengamatan RHI terhadap hilaal dan sabit tua
beserta analisisnya. Data ini diambil selama selang
waktu setahun Gregorian, tepatnya pada periode Januari
2007 – Januari 2008 lewat jaringan RHI yang
berdomisili di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, DIY
dan Jawa Timur.

Baca lebih lanjut